Buah pisang, camilan praktis nan bergizi, kerap berakhir terbuang sia-sia. Warna kecokelatan dan tekstur lembek menjadi penyebab utama pemborosan ini.
Pisang Anti-Kecokelatan: Inovasi dari Tropic Biosciences
Tropic Biosciences, perusahaan bioteknologi Inggris, menawarkan solusi inovatif. Mereka berhasil menciptakan varietas pisang yang tetap segar lebih lama.
Rahasianya terletak pada penyuntingan gen. Teknik CRISPR digunakan untuk menonaktifkan gen penghasil enzim polifenol oksidase, penyebab perubahan warna menjadi cokelat.
Manfaat Pisang Anti-Kecokelatan
Varietas pisang ini memiliki warna kuning cerah lebih tahan lama. Masa kesegaran diperpanjang hingga 10 hari, bahkan hingga 12 jam setelah dikupas.
Hal ini berdampak signifikan pada pengurangan limbah makanan dan emisi CO2. Tropic Biosciences mengklaim potensi pengurangan emisi CO2 setara dengan menghilangkan 2 juta kendaraan dari jalan raya setiap tahun.
Proses Pengembangan dan Peluncuran
Proses pengembangan memakan waktu beberapa tahun. Produksi bibit pisang anti-kecokelatan dimulai sekitar setahun lalu.
Saat ini, Tropic Biosciences mulai memasok bibit dalam jumlah besar kepada para petani. Pisang ini telah disetujui untuk dijual di beberapa negara, termasuk AS dan Kanada, dan diharapkan siap dipasarkan pada tahun 2025.
Rasa, aroma, dan tingkat kemanisan pisang tetap sama. Perbedaannya hanya pada warna daging buah yang tidak cepat berubah menjadi cokelat.
Dampak terhadap Industri dan Konsumen
Inovasi ini berpotensi besar mengurangi pemborosan makanan. Sebuah studi tahun 2021 menunjukkan hampir sepertiga pisang yang dipanen tidak pernah dikonsumsi.
Pisang anti-kecokelatan ini menawarkan solusi untuk masalah global pemborosan makanan. Ini merupakan langkah signifikan untuk mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia.
Perbandingan dengan Inovasi Sebelumnya
Inovasi ini bukanlah yang pertama dalam bidang rekayasa genetika untuk memperpanjang kesegaran buah-buahan. Apel Arktik, yang diluncurkan pada tahun 2017, juga menggunakan teknik serupa.
Apel Arktik, yang telah disetujui oleh FDA, juga menonaktifkan gen penghasil enzim polifenol oksidase. Hal ini membuktikan keamanan dan efektivitas teknik penyuntingan gen dalam meningkatkan kualitas dan daya simpan produk pertanian.
Keberhasilan Tropic Biosciences dalam menciptakan pisang anti-kecokelatan menjanjikan masa depan yang lebih baik bagi industri pisang. Pengurangan limbah makanan dan emisi karbon merupakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan perekonomian global. Ke depannya, diharapkan inovasi ini dapat diterapkan pada komoditas pertanian lainnya, berkontribusi pada ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.





