Jepang kembali menghadirkan lomba lari unik yang sayang untuk dilewatkan. Ajang ini menggabungkan olahraga lari dengan kenikmatan kuliner roti.
Lomba Lari Sambil Makan Roti: Perpaduan Unik Olahraga dan Kuliner
Lomba lari sambil makan roti akan diselenggarakan pada 6 April 2025 di Nihonbashi, Tokyo. Ajang ini merupakan kolaborasi Asosiasi Lomba Makan Roti, toko roti Kimuraya Sohonten, dan Deportare Partners.
Tahun lalu, lomba ini sukses digelar dengan konsep unik. Peserta berlari mengambil roti yang tergantung di jalur lari hanya dengan mulut dan membawanya hingga finis.
Konsep Lomba Tahun Ini Lebih Menantang
Tahun ini, lomba menggunakan sistem estafet. Tim yang terdiri dari tiga orang berlomba mengambil roti dan berlari estafet sejauh 30 meter.
Setiap anggota tim berlari mengambil roti sebanyak mungkin dalam tiga tahap sebelum berlari menuju garis finish secara estafet.
Siapapun Bisa Ikut, Tanpa Batasan Usia dan Tinggi Badan
Lomba ini terbuka untuk semua usia, dari anak-anak hingga dewasa. Tinggi badan juga tidak menjadi batasan, karena tinggi gantungan roti disesuaikan.
Aturannya ketat: peserta wajib membawa roti di mulut sepanjang lari dan dilarang memegangnya dengan tangan. Semua roti harus dimakan setelah lomba.
Biaya Pendaftaran dan Donasi untuk Anak-Anak
Biaya pendaftaran lomba reguler adalah 500 yen (sekitar Rp 55.000), sementara lomba estafet 1.500 yen (Rp 165.000) per tim.
Pendaftaran ditutup pada 30 Maret 2025 karena kuota terbatas. Uniknya, setiap peserta berkontribusi pada donasi roti *anpan* untuk anak-anak di Chuo Ward.
Lomba ini diadakan di Plaza Beratap di Coredo Muromachi Terrace, sebagai bagian dari acara Sakura Fes Nihonbashi, pukul 13.00-16.00 WIB. Pelaksanaan lomba bergantung pada kondisi cuaca.
Lomba lari sambil makan roti di Jepang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga pengalaman unik yang menggabungkan olahraga dan kuliner. Ajang ini juga memiliki nilai sosial dengan donasi roti untuk anak-anak yang membutuhkan. Sebuah perpaduan yang menarik dan patut diacungi jempol.





