Seorang ibu di Inggris, Brittany Miller, menuai kecaman di media sosial setelah memberikan steak kepada bayi kembarnya yang berusia lebih dari 6 bulan. Aksi ini dianggap berbahaya oleh banyak netizen.
Bayi Kembar Makan Steak: Kontroversi di Media Sosial
Video yang diunggah Brittany di TikTok memperlihatkan kedua bayinya, Emiliano dan Elijah, mengonsumsi steak yang dimasak hingga matang sempurna. Ia mengklaim steak tersebut memberikan nutrisi dan bayi-bayinya dapat menghisap sari-sarinya.
Video tersebut telah ditonton jutaan kali, memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Banyak pengguna TikTok mengecam tindakan Brittany, khawatir bayi-bayi tersebut berisiko tersedak.
Reaksi Netizen yang Mengecam
Netizen mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap potensi bahaya tersedak akibat pemberian steak kepada bayi yang masih sangat kecil. Beberapa berkomentar bahwa mereka bahkan tidak memberikan steak kepada anak mereka yang sudah berusia 2 tahun.
Komentar lain menyebut tindakan Brittany sangat berbahaya dan tidak bertanggung jawab. Banyak yang mempertanyakan pemahaman Brittany tentang makanan pendamping ASI (MPASI) yang aman untuk bayi.
Pendapat Ahli Gizi dan Panduan MPASI
Meskipun Brittany berpendapat steak kaya nutrisi, ahli gizi umumnya merekomendasikan MPASI yang teksturnya lebih lembut dan mudah dicerna oleh bayi. Bubur, buah halus, dan sayuran lunak lebih sesuai untuk bayi di bawah 1 tahun.
Organisasi kesehatan seperti WHO (World Health Organization) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan pedoman detail mengenai MPASI yang aman dan bergizi. Mereka menekankan pentingnya mempertimbangkan usia dan kemampuan mengunyah bayi.
Perbedaan Pandangan tentang Pemberian Steak sebagai MPASI
Sumber lain, Solid Starts, menyatakan daging sapi cocok untuk MPASI, namun menyarankan ukuran dan tekstur yang sesuai dengan usia bayi. Potongan besar dan tulang untuk bayi di atas 6 bulan, suwir halus untuk bayi di atas 9 bulan, dan dadu kecil untuk bayi di atas 18 bulan.
Perbedaan pendapat ini menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter atau ahli gizi anak sebelum memberikan makanan baru kepada bayi. Setiap bayi berbeda, dan pendekatan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Kasus ini menyoroti pentingnya edukasi dan informasi yang benar mengenai MPASI. Orangtua perlu memahami pentingnya keselamatan dan nutrisi dalam memberikan makanan kepada bayi mereka, dan selalu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk memastikan kesehatan dan perkembangan anak.





