Fred Magel, seorang kritikus makanan asal Illinois, Amerika Serikat, memegang rekor dunia Guinness World Records untuk kategori restoran terbanyak yang pernah dikunjungi. Totalnya mencapai angka fantastis: 46 ribu restoran di 60 negara!
Petualangan Kuliner Selama Lebih dari Setengah Abad
Selama lebih dari 50 tahun, Magel menjelajahi dunia kuliner. Ia tak sekadar makan, namun merasakan keseluruhan pengalaman bersantap di setiap tempat.
Perjalanan kulinernya dimulai sejak remaja pada 1928, berkat tugas dari ayahnya yang juga pemilik restoran. Sang ayah memberinya modal dan daftar restoran untuk dilaporkan.
Ia menghabiskan hidupnya mengelilingi Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya. Magel bekerja atas nama Food and Restaurant Association, menilai dan membandingkan setiap restoran.
Tulisan-tulisannya dipuji karena mampu menyampaikan pengalaman bersantap dengan detail dan menggugah selera. Ia bahkan mengaku telah memecahkan rekornya sendiri tiga kali sehari.
Kriteria 7C dalam Menilai Restoran
Magel memiliki kriteria unik dalam menilai restoran yang disebutnya “7C”. Kriteria ini mencerminkan standar tinggi dalam penilaiannya.
Ketujuh Kriteria 7C:
Cuisine: Kualitas masakan menjadi poin utama penilaian. Rasanya harus lezat dan sesuai standar.
Colourful Decor: Dekorasi restoran yang menarik dan penuh warna turut mempengaruhi pengalaman bersantap.
Cleanliness: Kebersihan restoran mutlak diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman dan aman.
Coffee: Penyajian kopi harus sempurna, mulai dari suhu hingga cita rasanya.
Condiments dan Container: Bumbu harus segar dan disajikan dalam wadah asli untuk menjamin kualitasnya.
Courtesy/Concern of Service, and Company: Kesopanan dan perhatian dalam pelayanan menjadi kunci kepuasan pelanggan.
Culture: Aspek budaya turut dipertimbangkan, mencerminkan keunikan dan karakteristik setiap restoran.
Warisan Kuliner Fred Magel
Pengalaman bersantap terlezat bagi Magel adalah di Palace Hotel, St. Moritz, Swiss pada 1950. Ia menikmati hidangan mewah dengan cita rasa yang luar biasa.
Magel bangga dengan pekerjaannya dan ingin mendorong orang lain untuk menikmati pengalaman makan di luar rumah. Ia menekankan bahwa makan di luar bukan pemborosan, tetapi penghargaan atas usaha diri sendiri.
Kisah Fred Magel menginspirasi kita untuk menghargai pengalaman kuliner dan menjelajahi beragam cita rasa di seluruh dunia. Ia membuktikan bahwa petualangan gastronomi dapat menjadi perjalanan hidup yang bermakna dan mengesankan.





