5 Jamur Termahal Dunia: Harganya Fantastis, Sampai Ratusan Juta!

Jamur, selain menjadi bahan makanan populer, juga memiliki beberapa jenis yang harganya fantastis. Beberapa di antaranya bahkan mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah.

Kepopuleran jamur sebagai bahan masakan global tak perlu diragukan lagi. Namun, beberapa jenis jamur tertentu memikat perhatian karena nilai ekonomisnya yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Harga selangit jamur-jamur ini tak hanya ditentukan oleh cita rasa uniknya. Faktor lain seperti lokasi tumbuh, proses panen yang rumit, dan nilai budaya turut berperan.

Jamur Yartsa Gunbu: Harganya Capai Miliaran Rupiah

Yartsa gunbu, atau jamur ulat, merupakan jamur parasit yang tumbuh di tubuh ulat. Bentuknya unik, menyerupai ulat berwarna kuning, tanpa tudung seperti jamur pada umumnya.

Habitatnya berada di dataran tinggi Himalaya, pada ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut. Memanennya pun bukan perkara mudah.

Bagi penduduk lokal Tibet, yartsa gunbu merupakan sumber penghasilan penting. Harganya mencapai $50.000 per 500 gram, atau sekitar Rp 828 juta (kurs saat ini).

Selain nilai ekonomisnya yang tinggi, yartsa gunbu juga diyakini memiliki khasiat kesehatan. Hal ini menjadikan jamur ini sebagai simbol status dan kemewahan.

Truffle Putih: Berliannya Dunia Kuliner

Truffle, jamur yang sering ditemukan dalam masakan Eropa, memiliki jenis hitam dan putih. Truffle putih dari Alba, Italia, sangat terkenal.

Meskipun penampilannya sederhana, truffle putih sangat mahal. Julukan “berliannya dapur” pun disematkan padanya.

Harga truffle putih mencapai USD 4.000 – USD 5.000 per kilogram, atau sekitar Rp 66,2 juta – Rp 82,8 juta (kurs saat ini). Harga bervariasi tergantung kualitas dan musim panen.

Biasanya, truffle putih diparut di atas pasta seperti risotto atau sebagai tambahan pada telur. Kelezatannya yang luar biasa sebanding dengan harganya.

Jamur Matsutake: Kelangkaan yang Membentuk Harga

Jamur matsutake, atau jamur pinus, merupakan jamur langka yang tumbuh di Tiongkok, Jepang, dan Korea.

Kesulitan dalam budidaya membuat jamur matsutake menjadi komoditas langka dan mahal. Populasi jamur ini terus menurun.

Harga jamur matsutake mencapai USD 1.000 – USD 2.000 (Rp 16,5 juta – Rp 33,1 juta) per beberapa ratus gram. Ini mencerminkan kelangkaannya di pasaran.

Dulunya dikenalkan melalui hidangan Jepang, jamur matsutake kini menjadi barang mewah yang hanya dapat dinikmati kalangan tertentu.

Ketiga jenis jamur di atas hanyalah sebagian kecil dari beragam jamur mahal di dunia. Faktor kelangkaan, kesulitan budidaya, dan nilai budaya berkontribusi pada harga fantastisnya. Meskipun harganya selangit, keunikan dan kelezatannya tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner kelas atas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *