Claire Tan, mantan pramugari maskapai Emirates Airline, kini sukses beralih profesi menjadi pemilik kafe bagel trendy di Kuala Lumpur, Malaysia. Kisahnya inspiratif dan menunjukkan keberanian untuk mengejar passion.
Mimpi memiliki bakery sendiri telah lama tertanam di hati Claire. Inspirasinya berasal dari sang ibu yang hobi memasak dan membuat kue.
Dari Pramugari Menuju Dunia Kuliner
Meskipun bercita-cita sekolah kuliner, Claire awalnya memilih kuliah jurusan Sumber Daya Manusia (SDM) atas saran ibunya. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran akan stabilitas finansial di masa depan.
Namun, kesempatan menjadi pramugari Emirates Airline di Singapura hadir pada tahun 2016. Claire pun menerimanya dan memulai karier yang menurutnya luar biasa.
Selama tiga tahun pertama, Claire menikmati pekerjaannya, menjelajahi berbagai negara dan bertemu banyak orang. Ia menggambarkan pengalamannya sebagai yang terbaik di dunia.
Pandemi dan PHK
Sayangnya, pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Claire terkena dampak PHK dan kesehatannya terganggu akibat jadwal penerbangan yang tak menentu dan jet lag.
Kontraknya sebagai pramugari berakhir pada tahun 2021. Namun, sebelum itu, Claire telah memulai bisnis rumahan di Dubai, membuat dan menjual kue bolu pandan kepada rekan-rekan sebangsanya.
Menemukan Passion di Dunia Bagel
Kepulangannya ke Malaysia diiringi kebingungan akan masa depan karier. Ia ragu akan kesuksesan bisnis kue pandan.
Inspirasi kemudian datang dari kecintaannya terhadap bagel, yang ia kenal selama perjalanan ke New York City. Ia pun mulai bereksperimen membuat bagel di rumah.
Dukungan penuh dari suami menjadi kunci keberanian Claire untuk membuka kafe bagel sendiri. Namun, ide ini sempat ditentang oleh ibunya yang khawatir akan stabilitas bisnis kuliner.
Lahirnya Grumpy Bagels
Pengalaman berbisnis kue di Dubai meyakinkan Claire bahwa baking bisa sukses. Ia pun mantap melanjutkan mimpinya.
Grumpy Bagels, kafe bagel milik Claire, resmi dibuka pada April 2024. Keberhasilannya membuktikan bahwa alih profesi bisa membawa kesuksesan jika dijalani dengan tekad dan passion.
Belajar dari Kritik dan Menuju Kesuksesan
Perjalanan Claire tidak selalu mulus. Ia menghadapi kritik dan keraguan, baik dari orang tua maupun lingkungan. Namun, ia mampu mengubahnya menjadi motivasi untuk terus berjuang.
Keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengejar passion, didukung oleh kerja keras dan dukungan keluarga, akhirnya membawanya pada kesuksesan yang diraihnya saat ini. Kisah Claire menginspirasi banyak orang untuk berani mengejar impian mereka.





