Chef Sriram Aylur, sosok di balik restoran berbintang Michelin, Quilon, memiliki kisah hidup yang tak biasa. Perjalanan kariernya bertolak belakang dengan pendidikan yang ditempuhnya.
Dari Hukum ke Kuliner: Sebuah Perjalanan Tak Terduga
Awalnya, Sriram bercita-cita menjadi pengacara. Ia tertarik pada dunia hukum dan menempuh pendidikan ke arah tersebut.
Namun, takdir berkata lain. Ayahnya mendorong Sriram untuk menekuni dunia kuliner pada tahun 1984.
Institut Kuliner dan Awal Karier
Sriram kemudian bergabung dengan Institute of Hotel Management, Catering Technology and Applied Nutrition di India. Pendidikan ini menjadi titik balik dalam hidupnya.
Setelah lulus, ia memulai karier di Taj Hotel, Mumbai. Kemampuannya sebagai chef muda langsung mencuri perhatian.
Berbagai penghargaan membanjiri kariernya. Ia dikenal sebagai chef bertalenta dengan keahlian mengolah bahan makanan.
Sukses di London dengan Resep Keluarga
Sriram kemudian memberanikan diri hijrah ke London. Ia membawa serta resep-resep masakan India Selatan warisan keluarga.
Motivasinya sederhana: melestarikan resep keluarga dari mendiang orang tuanya. Resep tersebut menjadi kunci kesuksesannya.
Resep Warisan dan Bintang Michelin
Resep keluarga, khususnya penggunaan kelapa kering yang diasap dan cabai panggang, menjadi ciri khas Quilon. Cita rasa autentik India Selatan ini yang membedakan.
Restoran Quilon yang didirikannya berhasil meraih bintang Michelin pada tahun 2008. Prestasi ini bertahan hingga kini, memasuki tahun ke-18.
Bintang Michelin tersebut merupakan bukti kualitas tinggi hidangan yang disajikan. Quilon berhasil mengenalkan cita rasa India Selatan kepada dunia.
Mempopulerkan Cita Rasa India Selatan
Saat ini, Sriram fokus pada pengembangan Quilon. Ia ingin terus memperkenalkan masakan India Selatan kepada khalayak yang lebih luas.
Keberhasilan Sriram menunjukkan bahwa kesuksesan dapat datang dari berbagai jalur. Ketekunan dan passion menjadi kunci utama.
Kisah Sriram menginspirasi banyak orang. Ia membuktikan bahwa bakat terpendam bisa terwujud dengan kerja keras dan keuletan. Meskipun awalnya bercita-cita menjadi pengacara, ia menemukan passion dan kesuksesannya di dunia kuliner.





