Puthu Lanang: Legenda Jajanan Tradisional Malang yang Tak Lekang Oleh Waktu
Puthu Lanang, sebuah nama yang sudah melegenda di Kota Malang. Toko jajanan tradisional ini telah berdiri sejak tahun 1935.
Rasa Legendaris yang Terjaga
Aneka jajanan tradisional seperti putu, cenil, klepon, dan lupis menjadi daya tarik utama Puthu Lanang. Cita rasa autentik dan kualitas premiumnya tetap dipertahankan hingga kini.
Keunikan Rasa dan Kualitas Premium
Rahasia kelezatan Puthu Lanang terletak pada penggunaan bahan-bahan berkualitas dan resep turun temurun. Hal ini yang membuat rasa jajanannya tetap terjaga dan disukai berbagai kalangan.
Antrean Panjang Setiap Hari
Popularitas Puthu Lanang terbukti dari antrean panjang yang selalu mengular setiap harinya. Ratusan porsi kue tradisional terjual habis hanya dalam beberapa jam.
Kisah di Balik Puthu Lanang
Endang Setyo Rini, penerus generasi kedua, kini memegang kendali Puthu Lanang. Ia dibantu beberapa karyawan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang tinggi.
Jam Operasional dan Pesanan Tumpeng
Puthu Lanang buka setiap hari mulai pukul 17.30 WIB hingga 21.30 WIB (16.30 WIB saat Ramadan). Toko ini juga menerima pesanan tumpeng, terutama saat bulan Ramadan untuk acara buka bersama atau hajatan.
Popularitas yang Menjangkau Berbagai Kalangan
Nama Puthu Lanang bukan hanya terkenal di Malang Raya, namun juga di luar kota. Toko ini bahkan telah dikunjungi oleh berbagai kalangan, termasuk pejabat dan artis.
Harga Terjangkau dan Pilihan Menu
Setiap porsi putu, lupis, cenil, dan klepon dibanderol dengan harga Rp 15.000. Harga yang terjangkau ini semakin menambah daya tarik Puthu Lanang.
Puthu Lanang bukan sekadar tempat jajan, tetapi juga saksi bisu perjalanan kuliner Kota Malang. Warisan kuliner ini berhasil mempertahankan cita rasa dan kualitasnya selama puluhan tahun, menjadi bukti keuletan dan dedikasi generasi penerusnya. Keberhasilan Puthu Lanang juga menunjukkan bagaimana sebuah usaha kecil dapat berkembang pesat berkat kualitas dan rasa yang konsisten.





