Rasulullah SAW dikenal gemar mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti 1, 3, 5, 7, atau 9 butir. Kebiasaan ini bukan sekadar selera, melainkan mengandung makna spiritual dan manfaat kesehatan.
Makna Spiritual Konsumsi Kurma Ganjil
Hadits Imam Bukhari mencatat, Rasulullah SAW bahkan tak berangkat salat Idul Fitri sebelum menyantap beberapa butir kurma dalam jumlah ganjil.
Angka ganjil dalam ajaran Islam sering dikaitkan dengan keberkahan dan kebaikan. Rasulullah SAW sendiri menyukai bilangan ganjil dalam berbagai aspek kehidupan.
Manfaat Kesehatan Kurma dalam Jumlah Ganjil
Tujuh butir kurma Ajwa, khususnya, dipercaya melindungi dari racun dan sihir. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang sarapan dengan tujuh butir kurma Ajwa, maka tidak berbahaya baginya pada hari itu racun maupun sihir.”
Penelitian ilmiah mendukung klaim ini. Studi oleh Musthafa Mohamed Essa, Ph.D., menunjukkan kurma kaya serat dan antioksidan, melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan.
Kandungan Gizi Kurma
Satu butir kurma (8 gram) mengandung sekitar 23 kalori, 0,2 gram protein, 6,23 gram karbohidrat, 0,7 gram serat, dan berbagai vitamin serta mineral.
Mineral penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi juga terkandung dalam kurma, memberikan nutrisi penting bagi tubuh.
Energi dan Stamina
Penelitian menunjukkan konsumsi kurma dalam jumlah ganjil dapat memberikan energi lebih dibandingkan jumlah genap.
Tubuh lebih efisien mengubah kurma dalam jumlah ganjil menjadi karbohidrat, yang meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Kesimpulan: Antara Tradisi dan Sains
Kebiasaan Rasulullah SAW mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil bukan hanya tradisi semata. Ia memiliki landasan spiritual dan didukung oleh bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatannya.
Konsumsi kurma secara bijak, baik dalam jumlah ganjil maupun genap, dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat dan seimbang. Hal ini sejalan dengan anjuran Islam untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.





