Barista Legendaris 100 Tahun: Masih Aktif, Tolak Pensiun!

Anna Possi, seorang wanita Italia berusia 100 tahun, menolak pensiun dari profesinya sebagai barista. Selama 65 tahun, ia telah melayani pelanggan setia di kafe miliknya, Bar Centrale.

Barista Tertua di Italia: Kisah Anna Possi

Anna memulai karirnya sebagai barista pada tahun 1958. Ia membuka Bar Centrale dan telah melayani pelanggan setiap hari sejak saat itu.

Bacaan Lainnya

Dari pagi hingga malam, Anna dengan tekun menjalankan kafe miliknya. Dedikasi dan semangatnya membuatnya dijuluki barista tertua di Italia.

Tantangan Industri Kafe di Italia

Banyak kafe di Italia mengalami kesulitan menemukan penerus. Generasi muda kurang tertarik karena jam kerja panjang dan upah rendah.

Namun, kafe tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial Italia. Anna bertekad mempertahankan warisan ini.

Lebih dari Sekedar Pekerjaan: Semangat Anna Possi

Bagi Anna, Bar Centrale bukanlah sekadar tempat kerja. Kafe tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Ia tetap bekerja meskipun telah pensiun secara resmi pada tahun 1984. Bahkan, ia masih melayani pelanggan di hari Minggu dan hari libur.

Kehidupan Pribadi dan Keuangan Anna Possi

Anna sebelumnya bekerja di restoran di Danau Jenewa sebelum membuka kafe bersama suaminya. Kini, ia menjalankan kafe sendirian, terkadang dibantu putrinya, Christina.

Keuntungan dari kafe tidaklah besar. Secangkir kopi hanya dijual €1,20 dan cappuccino €1,50. Penghasilannya terbatas, terutama jika tidak ada turis.

Namun, uang bukanlah prioritas utama Anna. Ia lebih menghargai interaksi sosial dengan pelanggannya.

Meskipun sudah berusia 100 tahun, kesehatan Anna masih terbilang baik. Ia hanya mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi.

Masa depan Bar Centrale masih belum pasti. Anna berharap putrinya dapat meneruskan usaha tersebut, tetapi Christina belum berencana demikian.

Anna menyadari bahwa kafe miliknya mungkin akan tutup setelah ia tiada. Kisahnya menjadi inspirasi dan refleksi tentang dedikasi, semangat kerja, dan pentingnya mempertahankan tradisi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *