Tren kuliner terbaru hadir dari Indonesia: cokelat isi “rambut nenek”! Terinspirasi dari cokelat Dubai isi kunafa pistachio yang viral, kini cokelat dengan isian *pişmaniye*, jajanan khas Turki yang dikenal sebagai “rambut nenek”, mencuri perhatian.
Cokelat Rambut Nenek: Nostalgia Rasa di Setiap Gigitan
Cokelat unik ini pertama kali diciptakan oleh chocolatier asal Belgia, Tucho Chocolate. Di Indonesia, gerai Xiyue menjadi yang pertama menghadirkan inovasi ini, mengadaptasi tren internasional dengan sentuhan lokal.
Penggunaan *pişmaniye* sebagai isian menghadirkan nuansa nostalgia. Rambut nenek, jajanan populer di era 90-an, kini dikemas dalam sajian cokelat yang modern.
Eksklusivitas dan Antrean Panjang di Sarinah
Saat ini, cokelat rambut nenek hanya tersedia secara eksklusif di gerai Xiyue yang berlokasi di Sarinah, Jakarta. Hal ini bertujuan untuk mengukur antusiasme pasar sebelum memperluas distribusi ke gerai lainnya.
Kehadirannya disambut antusiasme tinggi. Sejak diluncurkan pada Jumat, 14 Maret 2025, banyak pembeli rela mengantre hingga 3 jam untuk mencicipi cokelat unik ini, bahkan di tengah bulan Ramadhan.
Varian Rasa yang Menarik
Xiyue menawarkan beberapa pilihan rasa cokelat rambut nenek. Informasi detail mengenai varian rasa dan harga akan dijelaskan lebih lanjut. (Informasi detail varian rasa dan harga perlu ditambahkan di sini jika tersedia).
Potensi dan Masa Depan Cokelat Rambut Nenek
Kesuksesan awal cokelat rambut nenek menunjukkan potensi pasar yang besar untuk inovasi kuliner yang memadukan tren internasional dengan sentuhan lokal. Strategi eksklusivitas Xiyue di Sarinah tampaknya berhasil menciptakan hype dan meningkatkan daya tarik produk.
Meskipun hanya tersedia di satu gerai untuk saat ini, tingginya antusiasme publik mengindikasikan kemungkinan perluasan distribusi dan pengembangan varian rasa di masa mendatang. Suksesnya cokelat ini membuktikan bahwa inovasi dan sentuhan nostalgia bisa menjadi kunci dalam menarik perhatian penikmat kuliner.





