5 Makanan & Minuman Bandara Ini Bahaya! Hindari Sekarang Juga!

Pernahkah Anda merasa ragu memilih makanan dan minuman di bandara? Banyak pilihan memang menggoda, tapi keamanan pangan tetap harus diutamakan.

Bandara kini tak hanya sebagai tempat transit, tetapi juga surga kuliner. Namun, pilihan yang banyak justru meningkatkan risiko konsumsi makanan yang tidak aman.

Bacaan Lainnya

Bahaya Konsumsi Makanan & Minuman di Bandara

Prosedur penanganan makanan di bandara terkadang kurang sempurna. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi dan penyakit bawaan makanan.

Pakar keamanan pangan Francine Shaw menekankan pentingnya kepatuhan ketat terhadap protokol keamanan pangan dalam penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan di area bandara.

5 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari

Berikut lima jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari di bandara menurut para ahli keamanan pangan.

1. Air Mancur Minum (Drinking Fountain)

Meskipun gratis dan praktis, air mancur minum berisiko mengandung bakteri berbahaya. Bakteri dan jamur dapat berkembang biak di bagian dalam mesin, meski tampilan luarnya bersih.

Darin Detwiler, profesor di Universitas Northeastern, menyarankan untuk memilih minuman botolan yang tersegel rapat atau minuman panas seperti kopi atau teh. Air panas dapat meminimalisir risiko bakteri.

2. Sandwich dan Salad Siap Makan

Sandwich dan salad kemasan praktis, tetapi rawan terkontaminasi bakteri jika disimpan di suhu tidak stabil. Rak pendingin tanpa pintu di minimarket bandara menjadi contohnya.

Ellen Shumaker dari North Carolina State University menambahkan, salad siap saji sangat berisiko jika terpapar suhu ruang lebih dari empat jam. Pilih camilan aman seperti kacang-kacangan, granola bar, atau buah kering kemasan tertutup, atau bawalah camilan sendiri dari rumah.

3. Buah Potong (Fruit Cups)

Buah potong yang dikemas dalam gelas plastik terlihat segar, namun menyimpan risiko. Kulit buah yang terkelupas meningkatkan paparan bakteri.

Detwiler menjelaskan, penyimpanan pada suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Listeria, E. coli, dan Salmonella. Pilih buah utuh dengan kulit sebagai alternatif yang lebih aman.

4. Makanan yang Sudah Lama Terpapar Suhu Ruang

Makanan yang sudah lama terpapar suhu ruang, khususnya di tempat-tempat dengan suhu yang tidak stabil, meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum membeli.

Hindari makanan yang kemasannya rusak atau terlihat tidak segar. Pilih makanan yang disimpan dalam lemari pendingin yang terjaga suhunya dengan baik.

5. Es Batu

Es batu yang digunakan dalam minuman juga berisiko tercemar bakteri. Proses pembuatan dan penyimpanan es batu di bandara perlu mendapat perhatian khusus untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan.

Pilihlah minuman yang tidak menggunakan es batu atau pastikan Anda hanya membeli minuman dari tempat-tempat yang Anda percayai kebersihan dan standar keamanan pangannya.

Kesimpulannya, kesadaran akan keamanan pangan sangat penting saat memilih makanan dan minuman di bandara. Memilih camilan yang aman dan membawa bekal sendiri merupakan cara terbaik untuk menghindari risiko kesehatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *