Bulan Ramadan tiba, dan dengannya hadir beragam takjil yang menggoda selera. Namun, di balik kelezatannya, tersimpan potensi bahaya jika kita tidak berhati-hati.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap takjil yang mengandung bahan berbahaya.
Waspada Takjil Berbahaya: Kenali Ciri-Cirinya
BPOM telah menemukan beberapa takjil yang mengandung boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow. Bahan-bahan ini berbahaya bagi kesehatan dan perlu dihindari.
Tekstur Kenyal dan Tidak Lengket
Boraks sering ditemukan pada bakso, cilok, lontong, dan kerupuk rambak. Ciri khasnya adalah tekstur kenyal, tidak lengket, dan sulit putus.
Warna Mencolok dan Tidak Merata
Rhodamin B (merah) dan methanyl yellow (kuning) sering digunakan untuk membuat warna takjil terlihat lebih menarik. Hati-hati dengan warna yang terlalu mencolok dan terdapat titik-titik warna yang tidak merata.
Tidak Ada Lalat yang Hinggap? Waspadai Formalin!
Ketiadaan lalat di makanan justru bisa menjadi pertanda adanya formalin. Formalin sering digunakan pada mi basah, tahu, ikan, dan daging ayam untuk membuatnya awet.
Ciri-ciri makanan mengandung formalin antara lain tekstur yang tidak lengket, tidak mudah hancur, dan terlihat mengkilap.
Tips Aman Memilih Takjil
Pilihlah takjil dari penjual yang menjaga kebersihan dan menggunakan bahan-bahan segar.
Perhatikan tekstur dan warna makanan. Hindari takjil dengan tekstur yang terlalu kenyal atau warna yang terlalu mencolok.
Jangan ragu untuk bertanya kepada penjual tentang bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan takjil.
Kesimpulan: Keselamatan Konsumsi Takjil
Memilih takjil dengan bijak sangat penting untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Dengan mengenali ciri-ciri takjil berbahaya dan berhati-hati dalam memilih, kita dapat menikmati hidangan berbuka puasa dengan aman dan nyaman.
Selalu utamakan kebersihan dan keamanan pangan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dan keluarga.





