Ampo: Camilan Tanah Liat Legendaris dari Tuban
Ampo, camilan unik khas Tuban, terbuat dari tanah liat. Rasanya gurih dan teksturnya unik, menjadikannya camilan favorit banyak orang.
Sejarah Ampo: Dari Paceklik hingga Sajian Budaya
Ampo telah ada sejak zaman penjajahan dan masa paceklik. Warga Tuban memanfaatkan tanah liat sebagai sumber makanan pengganti.
Kini, ampo tak hanya sebagai makanan pengganjal perut. Ia juga menjadi bagian penting dalam upacara adat dan ritual budaya Jawa.
Ampo dalam Upacara Adat
Ampo sering digunakan sebagai sesaji dalam berbagai upacara adat, seperti sedekah bumi dan selamatan panen. Ini menunjukkan nilai budaya yang melekat pada camilan ini.
Ampo sebagai Pengobatan Tradisional
Selain sebagai makanan, ampo dipercaya memiliki khasiat pengobatan tradisional. Dikatakan mampu mengatasi masalah perut dan gatal.
Rasimah: Sang Perajin Ampo Legendaris
Rasimah, seorang warga Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Tuban, adalah perajin ampo legendaris.
Sejak kecil, ia belajar membuat ampo dari orang tuanya dan turun temurun menjualnya di pasar.
Hingga kini di usia senja, Rasimah masih aktif membuat ampo sekitar 5-10 kg setiap harinya.
Ia dibantu keluarga dalam proses pembuatan ampo yang membutuhkan waktu lama, mulai dari pengolahan tanah liat hingga pemanggangan.
Proses Pembuatan Ampo
Proses pembuatan ampo cukup rumit dan membutuhkan waktu. Tanah liat diolah, dibentuk, dijemur, dan akhirnya dipanggang hingga matang.
Cita Rasa Ampo dan Pasarnya
Ampo memiliki rasa gurih khas dan aroma tanah liat yang unik. Banyak yang menikmati ampo bersama kopi.
Rasimah menjual ampo seharga Rp 10.000 per kilogram. Penjualan ampo cukup ramai, terutama saat bulan Ramadan dan hari-hari tertentu.
Namun, penjualan ampo di tahun ini cenderung lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama saat Lebaran.
Keluarga Rasimah menggantungkan hidupnya pada penjualan ampo. Mereka berharap ampo tetap lestari dan menjadi warisan budaya Tuban.
Kisah Rasimah dan ampo merupakan contoh nyata bagaimana sebuah camilan sederhana mampu bertahan dan bahkan berkembang menjadi bagian penting dari budaya dan sejarah sebuah daerah. Keunikan rasa dan nilai budaya yang melekat pada ampo menjadikannya camilan yang patut dijaga kelestariannya.





