5 Pola Diet Populer yang DITINGGALKAN Ahli Gizi: Update Terbaru!

Banyak tren diet populer bermunculan, menjanjikan penurunan berat badan secara cepat. Namun, beberapa di antaranya telah terbukti tidak sehat dan bahkan berbahaya. Ahli gizi menyarankan untuk menghindari beberapa metode diet yang dulu populer, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan.

5 Metode Diet Usang yang Harus Dihindari

Berbagai penelitian dan pengamatan ilmiah menunjukkan beberapa metode diet tidak mendukung kesehatan jangka panjang. Metode ini sebaiknya ditinggalkan dan digantikan dengan pola makan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

1. Pembatasan Kalori Ketat: Jalan Menuju Gangguan Makan

Pembatasan kalori ekstrem sering dianggap sebagai kunci penurunan berat badan. Namun, praktik ini justru membatasi asupan makronutrien penting seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Mengurangi asupan makronutrien dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan memicu gangguan makan (eating disorder). Ahli gizi Jamie Nadeu menjelaskan, diet ini membuat penganutnya merasa tersiksa saat berada di sekitar makanan.

2. Diet 1.200 Kalori: Terlalu Rendah untuk Orang Dewasa

Diet 1.200 kalori pernah populer, namun ahli gizi Anastasia Gialouris dari Brooklyn menegaskan bahwa ini tidak sehat untuk orang dewasa. Jumlah kalori tersebut hanya cukup untuk anak-anak.

Asupan kalori yang sangat rendah akan berdampak buruk bagi kesehatan dan bahkan dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang lebih drastis setelah diet dihentikan. Panduan diet Amerika (2020-2025 Dietary Guideline for Americans) merekomendasikan asupan 1.600-2.000 kalori per hari untuk orang dewasa.

3. Diet Detoks: Klaim Palsu dan Berbahaya

Diet detoks seringkali dipromosikan sebagai cara untuk membersihkan tubuh dari racun. Namun, tubuh manusia sudah memiliki sistem detoksifikasi alami yang efektif.

Program detoks seringkali membatasi asupan nutrisi penting, bahkan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan gangguan kesehatan lainnya. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim manfaat diet detoks.

4. Diet Karbohidrat Rendah Ekstrem: Risiko Kekurangan Nutrisi

Meskipun mengurangi asupan karbohidrat dapat membantu menurunkan berat badan, diet karbohidrat rendah yang ekstrem dapat berisiko. Pembatasan karbohidrat yang berlebihan dapat menyebabkan kekurangan serat, vitamin, dan mineral.

Kekurangan nutrisi dapat berdampak negatif pada kesehatan jangka panjang, sehingga penting untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup dan berasal dari sumber yang sehat.

5. Diet “Semuanya atau Tidak Sama Sekali”: Tidak Berkelanjutan

Menghindari seluruh kelompok makanan tertentu atau menerapkan pola makan yang sangat ketat tidak berkelanjutan. Pola makan yang ketat seringkali menyebabkan rasa lapar berlebihan dan meningkatkan risiko binge eating (makan berlebihan).

Lebih baik fokus pada pola makan seimbang yang mencakup semua kelompok makanan dalam jumlah yang tepat, daripada menerapkan aturan yang terlalu ketat dan sulit dijalani dalam jangka panjang.

Menjaga berat badan ideal memerlukan pendekatan holistik dan berkelanjutan. Konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai program diet apapun. Prioritaskan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat cukup untuk mencapai kesehatan optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *