Wan En, remaja 15 tahun asal Malaysia, menghadapi kehidupan yang penuh tantangan. Ia menjadi yatim piatu setelah sang ayah meninggal dunia awal tahun ini.
Kehilangan orang tuanya di usia muda memaksa Wan En untuk berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya dan sang nenek yang sudah berusia 83 tahun.
Kehidupan Berat Seorang Remaja Yatim Piatu
Wan En telah kehilangan ibunya sejak berusia 9 tahun. Kehilangan ayahnya tahun ini membuatnya menjadi yatim piatu.
Meskipun jarang menangis, Wan En mengaku sering menangis di malam hari karena kesedihan mendalam atas kepergian kedua orang tuanya.
Nenek Wan En, yang sudah berusia lanjut dan kesulitan bergerak, hanya mengandalkan uang pensiun untuk bertahan hidup.
Keterbatasan ekonomi memaksa Wan En untuk berhemat. Ia hanya menggunakan sebagian kecil uang jajannya untuk makan di sekolah.
Sisanya, ia gunakan untuk membelikan makanan bagi sang nenek. Kasih sayang Wan En kepada neneknya begitu besar.
Berjuang dengan Kerja Keras
Demi tambahan penghasilan, Wan En bekerja paruh waktu di sebuah kedai kwetiau. Penghasilannya ia berikan seluruhnya kepada neneknya.
Seringkali, Wan En dan neneknya hanya makan mie instan karena keterbatasan dana. Kondisi ini menyentuh hati banyak orang.
Kisah pilu Wan En tersebar dan sampai ke telinga Steven Sim Chee Keong, Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia.
Bantuan dari Menteri Sumber Daya Manusia
Menteri Sim mengunjungi Wan En dan neneknya. Ia memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai sebesar RM 10.000 (sekitar Rp 37 juta).
Selain bantuan finansial, Menteri Sim berjanji akan memberikan uang saku bulanan kepada Wan En agar ia dapat fokus bersekolah.
Menteri Sim tergerak hatinya untuk membantu Wan En. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial.
Harapan untuk Masa Depan
Kisah perjuangan Wan En menjadi sorotan publik dan mendapat dukungan banyak pihak. Ketegaran dan pengorbanannya menginspirasi banyak orang.
Menteri Sim berjanji akan memastikan ketersediaan makanan bagi Wan En dan neneknya selama hidupnya. Dukungan berkelanjutan sangat penting bagi mereka.
Semoga kisah Wan En dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama dan membantu mereka yang membutuhkan. Kepedulian sosial adalah kunci terciptanya masyarakat yang lebih baik.





