Mie instan, makanan praktis favorit banyak orang, ternyata bisa disulap menjadi hidangan istimewa. Buktinya, sebuah warung makan di Pantai Man Thai, Da Nang, Vietnam, sukses menarik perhatian dengan kreasi mie instan topping cumi-cumi rebus yang viral.
Mie Instan Cumi-Cumi Rebus: Sensasi Kuliner Pantai Vietnam
Warung makan sederhana di Pantai Man Thai ini menjadi destinasi kuliner baru, khususnya bagi anak muda. Setiap pagi, warung ini dipadati pengunjung yang penasaran ingin mencicipi mie instan unik ini.
Resepnya sederhana namun memikat: mie instan disajikan dengan tiga potong cumi-cumi rebus berukuran sedang. Cumi-cumi jenis ‘muc nhay’, segar, tembus pandang, dan masih terlihat bintik-bintiknya.
Keunikan Cumi-Cumi ‘Muc Nhay’
Cumi-cumi ‘muc nhay’ diolah secara khusus untuk menjaga kesegarannya. Kulit luarnya dipertahankan, hanya bagian mata, kantung tinta, dan isi perut yang dibersihkan; telur cumi tetap utuh.
Penggunaan cumi-cumi segar ini menjadi kunci utama kelezatan hidangan. Tekstur dan rasa cumi yang masih alami menambah cita rasa mie instan yang sederhana.
Proses Pembuatan yang Menjaga Kesegaran
Kesegaran bahan baku menjadi prioritas utama. Mie instan dan cumi-cumi hanya diolah setelah pelanggan memesan.
Selain cumi-cumi, mie instan juga dilengkapi dengan tauge, seledri, bawang, dan cabai hijau. Pelanggan juga bisa memesan tambahan cumi-cumi dan saus cocolan.
Harga dan Pilihan Topping
Seporsi mie instan cumi-cumi ini dihargai VND 30.000 – VND 40.000 (sekitar Rp 19.549 – Rp 26.066). Harga tersebut terbilang terjangkau mengingat kesegaran dan keunikan hidangan.
Kebebasan memilih topping menjadi daya tarik tersendiri. Pelanggan dapat menyesuaikan porsi cumi-cumi sesuai selera dan menambahkan saus cocolan untuk pengalaman makan yang lebih lengkap.
Sukses Menarik Pengunjung dari Jauh
Popularitas mie instan cumi-cumi ini bukan isapan jempol. Banyak pengunjung rela datang dari jauh, bahkan ada yang menempuh perjalanan 12 jam dari Provinsi Ninh Thuan.
Truong Thi Kim Thanh, pemilik salah satu kedai mie instan populer di Pantai Man Thai, menjelaskan kunci kesuksesannya: kualitas cumi-cumi segar yang diambil langsung dari nelayan setempat setiap pukul 4 pagi.
Jam operasional yang strategis, antara pukul 6 hingga 9 pagi saat suasana pantai masih sejuk dan matahari belum terik, juga turut berkontribusi pada kesuksesan warung tersebut. Keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana dengan bahan baku berkualitas dapat menciptakan kuliner viral yang memikat.
Kreasi mie instan cumi-cumi rebus ini menunjukkan betapa sebuah hidangan sederhana bisa menjadi luar biasa dengan sentuhan kreativitas dan komitmen terhadap kualitas bahan baku. Inovasi kuliner seperti ini patut diapresiasi dan menginspirasi para pelaku usaha kuliner lainnya untuk terus berkreasi.





