Tren memasak dalam porsi jumbo atau “masak besar” tengah menjadi sorotan di dunia hiburan dan konten kreator Indonesia. Dari selebriti hingga chef ternama, banyak yang menjadikan konsep ini sebagai daya tarik utama konten mereka.
Dari Ruben Onsu hingga Atta Halilintar: Pionir Masak Besar di Indonesia
Beberapa tahun lalu, Ruben Onsu dan keluarga memulai tren ini dengan “wajan kramat” mereka. Wajan raksasa ini mampu menampung hingga 20 kg bahan makanan.
Mereka memasak berbagai hidangan tradisional Indonesia, seringkali mengajak artis lain sebagai bintang tamu. Salah satu momen yang berkesan adalah saat mereka memasak udang pete balado bersama Lucinta Luna.
Keluarga Halilintar juga pernah mencoba tren ini. Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, Thariq Halilintar, dan Fuji pernah memasak 50 kg ceker mercon dalam wajan raksasa.
Masakan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan sisi sosial dari tren masak besar yang tak hanya menghibur, tetapi juga berbagi.
Kontroversi Rendang Willie Salim dan Dampaknya
Baru-baru ini, konten kreator Willie Salim menciptakan kontroversi dengan konten masak besarnya. Ia memasak ratusan kilogram daging sapi untuk rendang di Palembang.
Namun, kejadian tak terduga terjadi. Willie mengaku kehilangan 200 kg rendang yang belum matang karena diambil warga.
Kejadian ini menuai berbagai spekulasi, termasuk dugaan “settingan”. Willie membantah tudingan tersebut dan meminta maaf atas kurangnya persiapan.
Insiden ini memicu perdebatan publik dan komentar dari figur publik seperti Chef Arnold Poernomo dan Helmy Yahya.
Bobon Santoso dan Hak Cipta “Masak Besar”
Bobon Santoso, YouTuber dengan 17 juta lebih subscriber, telah lama dikenal dengan konten masak besar dan mukbang.
Langkah inovatifnya adalah mematenkan hak cipta untuk karya “Masak Besar Bobon Santoso”. Hal ini bertujuan melindungi orisinalitas karyanya.
Keputusan ini menimbulakan pro dan kontra di kalangan netizen. Namun, Bobon menegaskan bahwa hal ini tidak menghalangi orang lain untuk membuat konten serupa.
Ia berharap langkah ini dapat menginspirasi kreator lain untuk lebih menghargai dan melindungi karya orisinil mereka.
Tren masak besar terus berkembang dan beradaptasi. Dari sekadar konten hiburan, tren ini juga memunculkan diskusi tentang kreativitas, perlindungan hak cipta, dan bahkan aspek sosial kemasyarakatan. Masing-masing kreator meninggalkan jejak unik dalam perkembangan tren ini.





