Coachella 2024: Harga Makanan Fantastis, Bikin Kantong Tipis!

Festival musik Coachella 2025 yang berlangsung pada 11-13 dan 18-20 April di Empire Polo Club, Indio, California, kembali menjadi perbincangan. Selain penampilan musisi ternama, harga makanan dan minuman di festival ini juga menjadi sorotan.

Banyak pengunjung mengeluhkan harga makanan yang dinilai sangat mahal dan tidak sebanding dengan kualitasnya. Berbagai laporan dan unggahan di media sosial menggambarkan pengalaman mereka.

Bacaan Lainnya

Keanekaragaman Kuliner Coachella 2025

Lebih dari 75 tenant makanan hadir di Coachella 2025, menawarkan berbagai pilihan mulai dari makanan ringan hingga hidangan mewah.

Indio Central Market menjadi area dengan pilihan terbanyak, menyediakan beragam menu seperti tacos, pizza, dan corn dog ala Korea dari tenant seperti Tacos 1986, Ronan, dan Tacos Por Vida.

Pengunjung VIP mendapatkan akses ke pilihan makanan yang lebih eksklusif. Le Burger by Camphor, burger bintang Michelin, dan My Lai dengan banh mi Vietnam modernnya, menjadi contohnya.

Konsep Makan Bersama dan Menu Instagramable

Coachella 2025 menghadirkan konsep makan bersama atau *communal dining* di area Outstanding in the Field di VIP Rose Garden.

Pengalaman makan malam 4-course dengan 200 tamu dan chef yang bergantian melayani, ditawarkan dengan tiket tambahan.

Beberapa tenant lainnya menawarkan menu yang menarik perhatian di media sosial, seperti Bang Bang Noodles dengan mie pedas Xi’an dan Yeastie Boys Bagels.

Prince St. Pizza, yang berkolaborasi dengan Postmates, juga menyajikan pizza kotak dengan topping pepperoni.

Harga Makanan yang Menuai Kontroversi

Seorang influencer TikTok, Ruth Viveros, mengunggah pengalamannya menghabiskan lebih dari USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta) hanya untuk tacos dan lemonade.

Ia bahkan mengeluhkan harga lemonade USD 17 (sekitar Rp 285.000) yang sebagian besar terdiri dari es.

Ruth juga merasa kecewa dengan tacos yang dibeli karena rasa dan kualitasnya tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan.

Banyak netizen di media sosial mengecam harga makanan di Coachella yang dianggap “kejam” dan tidak sebanding dengan kualitasnya.

Kejadian ini memicu perdebatan tentang praktik penetapan harga di event besar seperti Coachella dan menjadi pertimbangan bagi pengunjung di tahun-tahun mendatang.

Pengalaman Ruth Viveros dan komentar netizen lainnya menunjukkan pentingnya transparansi harga dan kualitas makanan yang disajikan di event-event besar seperti Coachella. Ke depan, diharapkan penyelenggara dapat lebih memperhatikan hal ini untuk menghindari kontroversi serupa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *