Mohammad Zaki Ubaidillah, atau Ubed, merupakan salah satu pemain muda yang terpilih membela Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Ia akan berlaga sebagai tunggal ketiga, setelah Jonatan Christie dan Alwi Farhan.
Ubed: Kejutan dan Tekanan di Piala Sudirman 2025
Ubed mengaku terkejut dan bersyukur atas terpilihnya ke tim Piala Sudirman 2025.
Pemain berusia 17 tahun ini menyadari perbedaan level permainannya dengan dua seniornya.
Meskipun demikian, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik.
Menyesuaikan Diri dengan Level Tertinggi
Ubed mengakui tekanan yang lebih tinggi di level Piala Sudirman.
Namun, ia melihat kesempatan ini sebagai pembelajaran berharga dari pemain-pemain top dunia.
Ia berencana untuk mengamati gaya bermain para pemain senior.
Latihan Ekstra untuk Fisik Prima
Ubed melakukan latihan ekstra untuk meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan.
Ia menyadari pentingnya ketahanan fisik dalam pertandingan berlevel tinggi.
Tujuannya bukan hanya sekedar menjadi pendukung, melainkan berkontribusi poin bagi Indonesia.
Siap Turun Lapangan Sesuai Instruksi Pelatih
Ubed menegaskan kesiapannya untuk mengikuti arahan pelatih.
Ia siap bermain jika diturunkan, dan menerima keputusan apapun dari tim pelatih.
Mimpi Bertemu Kunlavut Vitidsarn
Indonesia berada di Grup D Piala Sudirman 2025 bersama Inggris, Denmark, dan India.
Namun, Ubed menyimpan harapan untuk bertemu Kunlavut Vitidsarn dari Thailand di babak selanjutnya.
Thailand berada di Grup A, peluang pertemuan terjadi di babak gugur jika kedua negara lolos.
Idolanya di Lapangan
Ubed mengidolakan Kunlavut Vitidsarn karena kecerdasan bermainnya.
Ia sering menonton pertandingan Kunlavut, terutama saat melawan Anthony Ginting.
Gaya bermain Kunlavut yang pintar mengatur pola dan mencari peluang serangan membuatnya terkesan.
Keikutsertaan Ubed di Piala Sudirman 2025 merupakan langkah awal yang menjanjikan bagi kariernya. Meskipun masih muda, tekad dan semangatnya untuk belajar dan berkontribusi bagi tim nasional patut diapresiasi. Prestasi Ubed di kejuaraan dunia junior 2024 menjadi bukti potensi besar yang dimilikinya. Semoga pengalaman di Piala Sudirman ini menjadi batu loncatan bagi perjalanan kariernya yang gemilang.





