Pebulutangkis Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dan pasangan ganda putra Daniel Marthin/Muhammad Shohibul Fikri, dipastikan absen dari dua turnamen bergengsi di Asia Tenggara: Singapura Open dan Indonesia Open. Keduanya masih membutuhkan waktu pemulihan pasca cedera dan penyakit yang mereka alami.
Kepastian absennya Gregoria dan Daniel disampaikan langsung oleh Eng Hian, melalui federasi bulutangkis Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat, 16 Mei 2025.
Absennya Gregoria Mariska Tunjung karena Vertigo
Gregoria Mariska Tunjung mengalami vertigo sejak akhir Maret 2025. Kondisi ini membuatnya absen di beberapa turnamen, termasuk Piala Sudirman.
Menurut Eng Hian, persiapan Gregoria belum maksimal setelah pulih dari vertigo. Oleh karena itu, keikutsertaannya di Singapura Open dan Indonesia Open resmi dibatalkan.
Cedera Lutut Daniel Marthin Mengancam Karirnya
Daniel Marthin mengalami cedera lutut saat berlaga di Piala Sudirman 2025 melawan Denmark. Cedera tersebut didapat saat melakukan pukulan dan pendaratan yang kurang tepat.
Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan cedera pada tulang rawan lutut kirinya. Daniel membutuhkan waktu pemulihan sekitar satu hingga tiga bulan.
Cedera ini memaksa pasangannya, Muhammad Shohibul Fikri, untuk juga absen dari Singapura Open dan Indonesia Open. Keduanya harus fokus pada pemulihan.
Dampak Absennya Gregoria dan Daniel Bagi Tim Indonesia
Absennya Gregoria dan Daniel tentu menjadi kerugian bagi tim Indonesia di Singapura Open dan Indonesia Open. Gregoria merupakan salah satu andalan di sektor tunggal putri.
Begitu pula dengan pasangan Daniel/Fikri yang cukup diperhitungkan di sektor ganda putra. Kehilangan dua pemain kunci ini tentu akan berpengaruh pada perolehan poin dan prestasi tim Indonesia di kedua turnamen tersebut.
Keikutsertaan atlet-atlet lainnya di kedua turnamen ini tetap diharapkan dapat memberikan hasil maksimal. Semoga para atlet yang bertanding dapat menunjukkan penampilan terbaiknya.
Federasi Bulutangkis Indonesia tentu akan terus memantau perkembangan kesehatan Gregoria dan Daniel. Dukungan penuh diberikan agar mereka dapat segera pulih dan kembali berlaga di kancah internasional.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan para atlet. Pencegahan dan penanganan cedera harus menjadi prioritas utama untuk menghindari absennya atlet-atlet berbakat dari turnamen-turnamen penting di masa depan. Semoga Gregoria dan Daniel segera pulih sepenuhnya.
Meskipun absennya Gregoria dan Daniel cukup mengecewakan, hal ini juga memberikan kesempatan bagi atlet lain untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka. Semoga turnamen Singapura Open dan Indonesia Open tetap berlangsung meriah dan kompetitif.





