Absennya Elkan Baggott dari skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan. Bek muda berbakat ini tidak termasuk dalam 32 pemain yang dipanggil pelatih Patrick Kluivert untuk pemusatan latihan di Bali pada Mei 2025.
Ketidakhadiran Elkan, yang sempat terlihat berada di Bali sebelum pengumuman skuad, memicu spekulasi di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Namun, ternyata kehadirannya di Pulau Dewata hanya untuk berlibur, bukan untuk bergabung dengan tim nasional.
1. Ketidakhadiran Elkan di Pemusatan Latihan Timnas
Pelatih Patrick Kluivert memilih untuk memanggil sejumlah bek lain, antara lain Jay Idzes, Justin Hubner, Jordi Amat, Mees Hilgers, dan Rizky Ridho. Keputusan ini mengesampingkan Elkan, yang sebelumnya diharapkan dapat kembali memperkuat Garuda Muda.
Kehadiran Elkan di Bali sebelum pengumuman skuad sempat menimbulkan harapan besar akan kembalinya ia ke Timnas. Namun, harapan tersebut pupus setelah daftar pemain resmi dirilis oleh PSSI.
2. Konfirmasi PSSI dan Fokus Elkan di Klub
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengkonfirmasi bahwa Elkan masih ingin fokus pada karier klubnya. Hal ini menjadi alasan utama ketidakhadirannya dalam pemusatan latihan Timnas.
Arya Sinulingga menjelaskan bahwa komunikasi dengan Elkan telah terjalin, dan pemain tersebut menyatakan prioritasnya adalah berkarier di level klub. PSSI pun menghormati keputusan tersebut.
3. Masa Depan Elkan di Ipswich Town dan Dampaknya pada Timnas
PSSI menyatakan menghargai keputusan Elkan untuk fokus pada klub, meskipun saat ini sedang dalam masa liburan pasca berakhirnya musim kompetisi 2024/2025. Namun, pertanyaan tetap muncul mengingat masa depan Elkan di Ipswich Town masih belum jelas.
Kontrak Elkan di Ipswich Town akan berakhir pada Juni 2025, dan belum ada kepastian mengenai perpanjangan kontrak. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang komitmen jangka panjang Elkan terhadap Timnas Indonesia.
Meskipun PSSI menyatakan bahwa posisi bek di Timnas cukup kuat dengan pemain lain yang dipanggil, absennya Elkan tetap menjadi perbincangan. Ketiadaan kepastian masa depan Elkan di level klub menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan untuk laga-laga Timnas mendatang.
Terlepas dari keputusan Elkan, PSSI menyatakan tetap menghargai pilihannya. Namun, perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antara PSSI dan pemain untuk memastikan kesinambungan dan komitmen jangka panjang dalam membela Timnas Indonesia.
Ke depannya, diharapkan akan ada transparansi yang lebih baik terkait pemanggilan pemain ke Timnas, sehingga tidak menimbulkan spekulasi dan harapan yang kemudian pupus. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan hubungan yang harmonis antara PSSI dan para pemain.





