Herry Kiswanto: Lilipaly Kembali, Timnas Garuda Makin Kuat?

Herry Kiswanto: Lilipaly Kembali, Timnas Garuda Makin Kuat?
Herry Kiswanto: Lilipaly Kembali, Timnas Garuda Makin Kuat?

Kembalinya Stefano Lilipaly ke skuad Timnas Indonesia, atau Tim Garuda, telah memicu beragam reaksi. Usia Lilipaly yang telah menginjak 35 tahun menjadi sorotan. Namun, sejumlah pihak, termasuk legenda Timnas Indonesia, menilai pengalaman Lilipaly masih sangat berharga bagi tim.

Legendaris Timnas Herry Kiswanto, misalnya, melihat usia hanyalah angka. Herry, yang pensiun dari Timnas di usia hampir 38 tahun, berpendapat Lilipaly masih bisa memberikan kontribusi signifikan.

Bacaan Lainnya

Pengalaman Lilipaly, Aset Berharga bagi Tim Garuda

Herry Kiswanto menekankan pentingnya pengalaman Lilipaly. Kehadiran pemain berpengalaman di tengah skuad muda dinilai akan sangat membantu.

Lilipaly, yang telah malang melintang di berbagai klub, baik di Indonesia maupun di Belanda, memiliki pemahaman mendalam tentang sepak bola Indonesia. Perjalanan karirnya yang panjang, dari Persija Jakarta (2014), Telstar dan SC Cambuur (Belanda), Bali United (2017), hingga Borneo FC (2022-sekarang), memberikannya wawasan yang berharga.

Performa Lilipaly di Borneo FC, Bukti Ketajaman

Performa konsisten Lilipaly bersama Borneo FC menjadi bukti kapasitasnya. Musim ini, ia telah mencatatkan 28 penampilan di Liga 1 Indonesia dan ASEAN Club Championship, dengan torehan enam gol dan enam assist.

Kinerja apiknya ini menunjukkan bahwa Lilipaly masih mampu bersaing di level tertinggi. Kemampuannya mencetak gol dan menciptakan peluang bagi rekan setimnya tetap terjaga.

Kontribusi di Lini Tengah

Lilipaly dikenal sebagai pemain yang kreatif dan cerdas di lini tengah. Ia mampu mengatur tempo permainan, melepaskan umpan-umpan terobosan, serta mencetak gol-gol krusial.

Pengalamannya membaca permainan dan mengantisipasi pergerakan lawan menjadikannya aset yang berharga bagi Timnas Indonesia.

Lilipaly: Pemain Tertua di Skuad Garuda, Namun Bukan Beban

Dalam skuad Timnas Indonesia yang dipanggil pelatih Patrick Kluivert untuk laga melawan China dan Jepang di kualifikasi Piala Dunia 2026, Lilipaly merupakan pemain tertua.

Namun, usia bukan menjadi penghalang bagi Lilipaly untuk berkontribusi. Empat pemain lain di skuad Garuda juga berusia di atas 30 tahun, menunjukkan bahwa usia bukan faktor penentu utama dalam pemilihan pemain.

  • Hanya empat pemain lain yang berusia 30 tahun ke atas: Thom Haye (30 tahun), Sandy Walsh (30 tahun), Joey Pelupessy (32 tahun), dan Jordi Amat (33 tahun).
  • Lilipaly telah mencatatkan 30 caps bersama Timnas Indonesia sejak debutnya pada Agustus 2013.

Herry Kiswanto menambahkan bahwa yang terpenting adalah kesiapan Lilipaly sendiri. Kepercayaan diri dan persiapan matang di sesi latihan akan menjadi penentu penampilannya di lapangan. Pengalaman panjangnya bersama Timnas, sejak era pelatih Jacksen Tiago, juga menjadi modal berharga.

Lilipaly telah membuktikan konsistensi permainannya selama bertahun-tahun. Pengalamannya yang luas, dikombinasikan dengan performa konsistennya di Borneo FC, membuatnya menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi laga-laga krusial di kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun usianya tak lagi muda, kontribusi yang dimilikinya masih sangat dibutuhkan Tim Garuda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *