Federasi Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan Ihsan Maulana Mustofa sebagai asisten pelatih tunggal putra pratama. Posisi ini sebelumnya kosong setelah adanya rotasi kepelatihan.
Rotasi Kepelatihan PBSI dan Pengangkatan Ihsan Maulana Mustofa
Herli Djunaedi, asisten pelatih sebelumnya, digeser dalam perombakan susunan pelatih tunggal putra. PBSI kemudian memilih Ihsan untuk mengisi posisi yang lowong tersebut.
Ihsan, mantan pemain tunggal putra Indonesia era 2000-an, telah menerima tawaran tersebut. Pengalamannya sebagai atlet dan pelatih menjadi pertimbangan utama PBSI.
Alasan Pemilihan Ihsan Maulana Mustofa
Kepala bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa Ihsan dipilih karena pengalamannya sebagai pemain nasional dan pelatih. Ia juga dinilai mampu memberikan arahan langsung di lapangan.
Eng Hian menambahkan, “Kami membutuhkan asisten pelatih yang juga bisa turun langsung ke lapangan memberikan bimbingan kepada atlet muda.” Hal ini menunjukkan pentingnya peran aktif pelatih dalam pengembangan atlet.
Karier Ihsan Maulana Mustofa Sebelum Menjadi Pelatih
Ihsan Maulana Mustofa pernah menjadi pemain andalan Indonesia di tunggal putra, bernaung bersama nama-nama besar seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Namun, cedera memaksanya pensiun pada pertengahan 2019. Setelahnya, ia sempat berkarir di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk berkontribusi di dunia bulu tangkis tanah air.
Pengalaman Melatih di Dalam dan Luar Negeri
Setelah pensiun, Ihsan hijrah ke Kanada dan melatih di klub lokal CST. Pengalaman ini memberikannya wawasan baru dalam melatih.
Sekitar setahun di Kanada, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PB Djarum, lalu Mutiara Cardinal Bandung. Kini, ia siap membagi ilmunya di Pelatnas PBSI.
Ihsan sendiri mengaku awalnya tak berniat menjadi pelatih. Namun, pengalamannya melatih di Kanada dan keinginan untuk berbagi ilmu kepada atlet muda Indonesia membuatnya tertarik.
Dengan bergabungnya Ihsan, diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas dan prestasi atlet tunggal putra Indonesia. Pengalamannya sebagai mantan pemain dan pelatih di dalam dan luar negeri menjadi aset berharga bagi PBSI.
Penambahan Ihsan di jajaran pelatih diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan atlet muda Indonesia. PBSI berharap dapat mencetak lebih banyak pemain tunggal putra berprestasi di masa depan.





