Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, mengalami hasil kurang memuaskan di Swiss Open 2025. Mereka tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Thailand.
Evaluasi Performa Dejan/Fadia di Swiss Open 2025
Kekalahan telak 9-21, 7-21 dari Dechapol Puavanarukroh/Supissara Paewsampran menjadi titik evaluasi bagi Dejan/Fadia. Performa mereka jauh di bawah ekspektasi, terutama setelah performa apik di Thailand Masters dan Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu Campuran.
Dejan mengakui kurangnya latihan bersama sebagai faktor utama penurunan performa. Hal ini berdampak pada ketidakmampuan mereka menemukan pola permainan yang efektif di lapangan.
Kurangnya Latihan Bersama Pasca Kejuaraan Asia Beregu Campuran
Setelah Kejuaraan Asia Beregu Campuran, Dejan dan Fadia jarang berlatih bersama sebagai pasangan. Hal ini diakui Dejan sebagai kendala utama dalam pertandingan di Swiss Open 2025.
Mereka baru kembali berlatih bersama menjelang Swiss Open, sehingga koordinasi dan pemahaman pola permainan belum optimal. Keadaan ini menyebabkan mereka kesulitan menemukan ritme permainan yang ideal.
Perbedaan Pola Permainan Ganda Campuran dan Ganda Putri
Fadia juga merasa kesulitan beradaptasi dengan kecepatan permainan ganda campuran yang lebih tinggi dibandingkan ganda putri. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan ini.
Dejan menjelaskan bahwa mereka telah berdiskusi dan merencanakan strategi latihan ke depan. Mereka sepakat untuk meningkatkan frekuensi latihan bersama untuk memperbaiki kerjasama di lapangan.
Rencana Perbaikan dan Strategi Ke Depan
Dejan menekankan pentingnya meningkatkan kualitas latihan dan antisipasi permainan lawan. Mereka perlu lebih jeli dalam membaca strategi lawan dan memperbaiki pola permainan mereka.
Ke depan, Dejan/Fadia berencana untuk lebih meningkatkan frekuensi latihan bersama. Mereka juga akan fokus pada peningkatan kemampuan individu untuk mendukung performa tim secara keseluruhan.
Pengalaman di Swiss Open 2025 menjadi pelajaran berharga bagi Dejan/Fadia. Dengan evaluasi yang komprehensif dan rencana latihan yang lebih terarah, mereka diharapkan dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya di turnamen mendatang. Peningkatan kualitas latihan dan koordinasi di lapangan menjadi kunci keberhasilan mereka.





