Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi) tengah menghadapi tantangan dalam kariernya. Pasangan ganda putri Indonesia ini seringkali takluk dari lawan-lawan kuat dari Jepang dan China.
Rentetan Kekalahan Ana/Tiwi dan Analisis Pelatih
Dalam lima turnamen terakhir, Ana/Tiwi menelan kekalahan dari Jepang dan China. Kekalahan tersebut menunjukkan adanya hambatan yang perlu diatasi.
Kekalahan di Swiss Open 2025 melawan pasangan China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dan di All England 2025 melawan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dari Jepang, menjadi sorotan.
Pelatih Nitya Krishinda Maheswari menilai, masalah utama Ana/Tiwi bukan terletak pada perbedaan kualitas teknik yang signifikan.
Menurut Nitya, kunci keberhasilan Ana/Tiwi terletak pada kepercayaan diri. Dengan keyakinan yang kuat, mereka diyakini mampu meraih kemenangan.
Perbandingan Kualitas Teknik
Nitya menekankan bahwa perbedaan kualitas teknik antara Ana/Tiwi dengan lawan-lawannya dari Jepang dan China tidaklah terlalu besar.
Ia optimis Ana/Tiwi mampu bersaing jika mentalitas bertanding mereka dapat ditingkatkan.
Tantangan di Kejuaraan Bulutangkis Asia
Kejuaraan Bulutangkis Asia di Ningbo, China, menjadi ujian berikutnya bagi Ana/Tiwi. Mereka berpotensi bertemu kembali dengan lawan-lawan tangguh dari China dan Jepang.
Di babak kedua, Ana/Tiwi berpotensi bertemu Chen Qing Chen/Jia Yi Fan jika berhasil melewati babak 32 besar.
Head-to-head Ana/Tiwi melawan Chen/Jia menunjukkan rekor buruk; Ana/Tiwi belum pernah menang dalam enam pertemuan sebelumnya.
Jika lolos ke perempat final, Ana/Tiwi kemungkinan akan bertemu Nami Matsuyama/Chiharu Shida dari Jepang, pasangan yang juga belum pernah mereka taklukkan.
Strategi dan Rencana Masa Depan
Nitya menganggap perubahan *mindset* sangat krusial bagi peningkatan performa Ana/Tiwi.
Pelatih optimis Ana/Tiwi bisa mengatasi kelemahan mental mereka dan mengalahkan lawan-lawan kuatnya.
Opsi Perombakan Pasangan
Nitya tidak menutup kemungkinan untuk merombak pasangan Ana/Tiwi jika tidak ada peningkatan signifikan dalam performa mereka.
Ia menyatakan keinginan untuk mencoba kombinasi pemain baru untuk mencari pasangan ganda putri yang lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, masa depan Ana/Tiwi bergantung pada kemampuan mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri dan konsistensi permainan. Dukungan dan strategi tepat dari pelatih sangat penting untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal.





