Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus puas menjadi runner-up di ajang All England 2025. Mereka kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan di partai final.
Kekalahan ini mengakhiri dominasi Indonesia di All England yang telah berlangsung sejak tahun 2016. Selama periode tersebut, Indonesia selalu berhasil meraih setidaknya satu gelar juara.
Kekalahan di Final All England 2025: Sebuah Kejutan
Pertandingan final yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris pada Senin dini hari WIB, menyaksikan Leo/Bagas takluk dengan skor 19-21, 19-21. Performa pasangan Korea Selatan tersebut terbukti lebih unggul.
Dengan hasil ini, Indonesia pulang tanpa gelar juara All England 2025. Leo/Bagas merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai babak final.
Perbandingan dengan Prestasi All England Tahun Sebelumnya
Prestasi ini jauh berbeda dengan pencapaian Indonesia di All England 2024. Tahun lalu, Indonesia berhasil meraih dua gelar juara.
Jonatan Christie menjadi juara tunggal putra, mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting. Gelar lainnya disumbangkan oleh pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Dominasi Indonesia di All England (2016-2024)
Indonesia telah mendominasi All England sejak 2016, dengan raihan sembilan gelar juara. Ganda putra menjadi penyumbang gelar terbanyak, dengan enam trofi.
Satu-satunya pengecualian adalah tahun 2021, ketika tim Indonesia terpaksa mundur karena kasus COVID-19 di dalam rombongan.
Analisa Kekalahan dan Harapan Masa Depan
Kekalahan Leo/Bagas perlu dianalisis secara mendalam untuk memperbaiki strategi dan meningkatkan kemampuan para pemain. Pelatih perlu mengevaluasi kekurangan dan mencari solusi untuk meningkatkan daya saing di turnamen-turnamen besar.
Meskipun mengalami kekalahan, potensi ganda putra Indonesia tetap besar. Perlu dukungan dan pembinaan berkelanjutan agar Indonesia dapat kembali berjaya di All England tahun-tahun mendatang.
Daftar Juara All England Indonesia (2016-2024)
2016: Praveen Jordan/Debby Susanto
2017: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
2018: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
2019: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
2020: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
2022: Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana
2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
2024: Jonatan Christie & Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
Kegagalan di All England 2025 menjadi momentum evaluasi dan peningkatan bagi tim bulu tangkis Indonesia. Dengan kerja keras dan strategi yang tepat, Indonesia diharapkan dapat kembali meraih prestasi gemilang di turnamen bergengsi ini.





