Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (“Ana/Tiwi”), gagal melaju ke perempat final All England 2025. Mereka takluk dari unggulan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dalam pertandingan babak 16 besar yang menegangkan.
Dominasi Jepang di Gim Pertama
Fukushima/Matsumoto langsung mengambil kendali di gim pertama. Keunggulan poin mereka terus bertambah hingga menutup gim dengan skor 21-12.
Ana/Tiwi sempat berupaya mengejar ketertinggalan, namun permainan solid Fukushima/Matsumoto sulit ditembus.
Perlawanan Gigih Ana/Tiwi di Gim Kedua
Gim kedua berlangsung lebih ketat dan sengit. Kedua pasangan bergantian memimpin dan saling mengejar poin.
Ana/Tiwi menunjukkan semangat juang tinggi dengan membalikkan keadaan dan memenangkan gim kedua 21-19.
Momentum Perubahan di Tengah Pertandingan
Perubahan momentum terjadi di pertengahan gim kedua. Ana/Tiwi berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya unggul.
Keberhasilan ini memberikan semangat baru bagi Ana/Tiwi untuk menghadapi gim penentuan.
Kekalahan di Gim Penentuan
Sayangnya, di gim ketiga, Fukushima/Matsumoto kembali menunjukkan kelasnya. Mereka unggul jauh di awal gim.
Meskipun Ana/Tiwi sempat mencoba mengejar, Fukushima/Matsumoto berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 21-16.
Analisis Kekalahan
Meskipun menampilkan permainan yang cukup baik, khususnya di gim kedua, Ana/Tiwi masih perlu meningkatkan konsistensi permainan mereka.
Kemampuan untuk mempertahankan momentum dan menekan lawan menjadi kunci keberhasilan di turnamen level tinggi seperti All England.
Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Ana/Tiwi. Mereka diharapkan dapat segera bangkit dan memperbaiki kekurangan untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. Keberanian dan semangat juang yang ditunjukkan di gim kedua patut diapresiasi dan menjadi modal berharga untuk masa depan karir mereka.





