Gregoria Mariska Tunjung, pebulutangkis putri Indonesia, tengah fokus mempersiapkan mental jelang All England 2025. Ia mengaku telah lama absen dari turnamen dan khawatir hal ini akan mempengaruhi penampilannya.
Mental Menjadi Fokus Utama Gregoria
Setelah pulih dari cedera pinggang dan lutut, Gregoria menyatakan persiapan fisiknya sudah optimal. Namun, ia menekankan pentingnya persiapan mental karena jeda cukup lama sejak Indonesia Masters 2025.
Kekhawatirannya adalah hilangnya feeling bertanding. Ia berencana untuk menyesuaikan diri secepat mungkin agar siap menghadapi tekanan di lapangan.
Strategi Persiapan yang Unik
Berbeda dengan atlet lain yang menjadikan Orleans Masters sebagai turnamen transisi sebelum All England, Gregoria memilih untuk fokus langsung ke turnamen Super 1000 tersebut.
Ia bahkan melewatkan Orleans Masters 2025 dan Swiss Open untuk berkonsentrasi penuh pada All England. Gregoria merasakan bahwa jeda pertandingan yang panjang dapat memicu ketegangan dan rasa tidak nyaman saat bertanding.
Hadapi Michelle Li di Babak Pertama
Sebagai unggulan kelima, Gregoria akan berhadapan dengan Michelle Li dari Kanada di babak pertama All England 2025.
Rekor head-to-head menunjukkan Gregoria unggul tiga kemenangan dari empat pertemuan sebelumnya. Kemenangan terakhirnya atas pemain peringkat 21 dunia itu diraih di Arctic Open 2024 dengan skor 21-15, 21-18.
Target dan Harapan di All England
Gregoria menargetkan performa terbaiknya di All England. Ia menyadari undiannya tidak mudah, tetapi tetap termotivasi untuk memberikan penampilan maksimal.
Selain hasil yang memuaskan, Gregoria juga ingin menikmati pertandingan dan memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. Ia berharap dapat menerjemahkan motivasinya menjadi hasil yang nyata di lapangan.
Analisis dan Prospek Gregoria di All England 2025
Keputusan Gregoria untuk fokus penuh pada All England, tanpa mengikuti turnamen pemanasan, merupakan strategi berisiko tinggi namun berpotensi memberikan hasil maksimal. Ini menunjukkan kepercayaan dirinya yang tinggi dan fokusnya pada target utama.
Meskipun menghadapi lawan tangguh di babak awal, rekor head-to-head yang menguntungkan melawan Michelle Li memberikan Gregoria modal kepercayaan diri yang baik. Keberhasilannya di All England akan sangat bergantung pada kemampuannya mengelola tekanan dan mempertahankan fokus mentalnya sepanjang pertandingan.
Dengan persiapan mental yang matang dan pengalamannya di berbagai turnamen internasional, Gregoria memiliki peluang besar untuk meraih prestasi gemilang di All England 2025. Prestasi di turnamen ini akan menjadi penentu penting bagi perjalanan karirnya ke depan. Keberaniannya untuk mengambil risiko dan fokus pada satu target besar menunjukkan mental juara yang dimilikinya.





