Gregoria Mariska Tunjung, atlet bulutangkis tunggal putri Indonesia, tetap akan tinggal di asrama Pelatnas PBSI meski telah menikah dengan Mikha Angelo. Keputusan ini diambil atas kesadaran Gregoria sendiri.
Komitmen Gregoria di Pelatnas PBSI
Pelatih kepala tunggal putri, Imam Tohari, memastikan Gregoria akan tetap berdomisili di asrama. Hal ini demi mendukung persiapannya menuju turnamen besar, sekaligus memenuhi kebutuhan tim.
Komitmen Gregoria tinggal di asrama bersifat permanen. Ia sendiri yang menyampaikan hal ini kepada pelatih dan pengurus PBSI.
Alasan Tinggal di Asrama
Tinggal di asrama memudahkan Gregoria dalam menjalani latihan intensif. Sebagai tulang punggung tunggal putri Indonesia, ia membutuhkan akses mudah ke fasilitas Pelatnas.
Kedekatan dengan tim juga dinilai penting untuk menjaga sinergi dan kesiapan bertanding. Persiapan menuju All England 2025 menjadi prioritas utama Gregoria.
Kelonggaran dan Dukungan PBSI
Meskipun berkomitmen tinggal di asrama, PBSI tetap memberikan kelonggaran bagi Gregoria. Ia diperbolehkan pulang jika ada urusan mendadak atau kebutuhan keluarga.
PBSI memahami Gregoria kini telah berumah tangga. Dukungan dan fleksibilitas diberikan agar Gregoria tetap nyaman dan fokus berlatih.
Pernikahan Gregoria Mariska Tunjung dan Mikha Angelo
Gregoria dan Mikha resmi menikah pada Jumat, 21 Februari 2025 di Bandung. Acara pemberkatan dihadiri keluarga dan kerabat dekat.
Resepsi pernikahan akan digelar pada Minggu, 23 Februari 2025. Semoga pernikahan ini membawa dampak positif bagi karier Gregoria.
Harapan Pelatih untuk Gregoria
Pelatih Imam Tohari berharap pernikahan Gregoria dapat membuatnya lebih rileks dan percaya diri. Ia bercanda berharap Gregoria bermain lebih baik pasca menikah.
Imam optimistis Gregoria akan semakin lepas dan bersemangat dalam bertanding. Beban pikiran yang berkurang diharapkan dapat meningkatkan performanya.
Pernikahan Gregoria menjadi catatan menarik, di mana keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier profesional atlet dapat terjaga. Komitmen Gregoria untuk tetap berlatih di Pelatnas menunjukkan dedikasi tinggi terhadap bulutangkis Indonesia. Dukungan dari PBSI dan pelatih juga menjadi faktor kunci keberhasilannya dalam menjaga keseimbangan tersebut. Semoga Gregoria dapat terus meraih prestasi gemilang di masa mendatang.





