Ketua Cabang Olahraga: Kunci Efisiensi Anggaran, Taufik Hidayat Ungkap Rahasianya

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, menekankan pentingnya peran ketua umum cabang olahraga (cabor) dalam menghadapi efisiensi anggaran pemerintah.

Kemenpora sendiri mengalami pemangkasan anggaran signifikan, dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 830 miliar setelah efisiensi.

Bacaan Lainnya

Efisiensi Anggaran dan Tantangan Cabor

Pemangkasan anggaran memaksa cabor untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan.

Meskipun ada tambahan anggaran Rp 170 miliar setelah rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, cabor tetap perlu beradaptasi.

Adaptasi Cabor Atletik

Salah satu contohnya adalah cabor atletik yang tetap melanjutkan Pelatnas meskipun harus membiayai sebagian besar latihan secara mandiri.

Prioritas Kemenpora

Kemenpora akan memprioritaskan cabor potensial peraih medali Olimpiade dalam penyaluran anggaran yang terbatas.

Wamenpora meminta para ketua cabor untuk mencari solusi dan merencanakan strategi pendanaan yang lebih baik.

Mandiri dan Kreatif dalam Mendapatkan Dana

Wamenpora Taufik Hidayat mendorong cabor untuk lebih mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah.

Ia mencontohkan cabor bulutangkis yang telah lama berjalan meskipun tanpa dukungan penuh pemerintah.

Peran Ketua Cabor

Ketua cabor, menurut Taufik, harus proaktif mencari sumber dana tambahan.

Ia mempertanyakan peran ketua cabor yang hanya bergantung pada anggaran pemerintah selama 4-5 tahun.

Pesan Wamenpora untuk Cabor Indonesia

Wamenpora menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan sikap realistis dalam menghadapi keterbatasan anggaran.

Para atlet juga perlu diberi solusi dan ketenangan agar tetap fokus berlatih.

Ke depan, kemandirian cabor menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan anggaran yang fluktuatif. Hal ini menuntut kreativitas dan inovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif, sekaligus meningkatkan profesionalisme pengelolaan organisasi cabor di Indonesia. Kemampuan beradaptasi dan perencanaan strategis akan menentukan keberlanjutan pembinaan atlet menuju prestasi internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *