Taekwondo Indonesia tengah berupaya bangkit dari keterpurukannya di kancah Olimpiade. Prestasi terakhir Indonesia di Olimpiade cabang Taekwondo diraih pada tahun 1992.
Menyambut Tantangan “Taekwondo Indonesia Road to Olympic 2028”
Setelah sekian lama absen dari panggung Olimpiade, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di bawah kepemimpinan Letjen TNI Richard Tampubolon memiliki visi besar: membawa Taekwondo Indonesia kembali berjaya di Olimpiade Los Angeles 2028.
Langkah konkret pun disusun untuk mewujudkan visi “Taekwondo Indonesia Road to Olympic” tersebut. PBTI berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Peningkatan Kualitas Atlet
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas atlet melalui program pelatnas berbasis data dan sains. Program ini diharapkan mampu meningkatkan performa atlet secara signifikan.
Dengan pendekatan ilmiah, diharapkan pembinaan atlet akan lebih terarah dan efektif. PBTI ingin memastikan atlet Indonesia memiliki daya saing global.
Pengembangan Wasit dan Pelatih
PBTI juga fokus pada pengembangan wasit dan pelatih melalui sertifikasi berstandar internasional. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pertandingan dan pembinaan atlet.
Wasit dan pelatih yang berkualitas akan menjadi kunci keberhasilan Taekwondo Indonesia. Sertifikasi internasional menjamin standar kualitas yang tinggi.
Ekspansi Jejaring Global
Indonesia juga akan berupaya memperluas jejaring global dalam dunia Taekwondo. PBTI berencana mengajukan diri sebagai tuan rumah event World Taekwondo.
Menjadi tuan rumah event internasional akan meningkatkan reputasi dan pengalaman bagi atlet dan ofisial Indonesia. Hal ini juga akan memperkuat posisi Indonesia di peta Taekwondo dunia.
Sukses Menggelar Event Internasional
PBTI telah berhasil menyelenggarakan 6th KASAD Asian Taekwondo Championships G2 dan International Referee Meeting tahun lalu. Kedua event ini membuktikan kapabilitas Indonesia sebagai tuan rumah event bertaraf internasional.
Keberhasilan tersebut menjadi modal berharga dalam upaya meningkatkan prestasi Taekwondo Indonesia. Namun, PBTI menyadari pentingnya evaluasi menyeluruh untuk perbaikan berkelanjutan.
Rakernas 2025: Merancang Strategi Menuju Prestasi
Rakernas 2025 yang melibatkan seluruh pengurus provinsi, pelatih, atlet, wasit, dan mitra strategis menjadi momentum penting. Diskusi produktif menghasilkan strategi terukur untuk mencapai target prestasi.
Rakernas ini menghasilkan tiga fokus utama: peningkatan kualitas atlet, pengembangan wasit dan pelatih, serta ekspansi jejaring global. Semua ini ditujukan untuk mencapai satu tujuan: mengharumkan nama Indonesia di kancah Taekwondo dunia.
Dengan komitmen dan strategi yang terukur, PBTI optimis Taekwondo Indonesia dapat kembali berjaya di kancah internasional. Harapannya, semangat “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Taekwondo Indonesia!” akan membawa Indonesia meraih prestasi gemilang di Olimpiade mendatang.





