Pelatnas Atlet Atletik Indonesia Tetap Berjalan Meski Mandiri
Manajer tim atletik Indonesia, Mustara Musa, memastikan Pelatnas di Pangalengan, Jawa Barat, tetap berlangsung. Meskipun demikian, Pelatnas kini berjalan secara mandiri.
Efisiensi Anggaran Pemerintah dan Dampaknya pada Pelatnas
Kabar efisiensi anggaran pemerintah sempat menimbulkan kekhawatiran. Ada isu atlet-atlet, termasuk Lalu Muhammad Zohri, dipulangkan dari Pelatnas.
Kemenkeu menargetkan efisiensi anggaran Kemenpora sebesar Rp 1,4 triliun dari total anggaran Rp 2,3 triliun di tahun 2025. Namun, setelah evaluasi bersama Komisi X DPR RI, Kemenpora mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 170 miliar.
Status Pelatnas Atlet Atletik Pasca Efisiensi Anggaran
Mustara Musa menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada atlet yang dipulangkan dari Pelatnas. Ia sendiri baru saja kembali dari Pangalengan.
Sekitar 90 orang mengikuti Pelatnas, terdiri dari atlet eks PPON, atlet mandiri, dan atlet remaja dari ajang internasional. Jumlah tersebut juga mencakup pelatih dan tim pendukung.
PB PASI Lanjutkan Pelatnas dengan Biaya Mandiri
Awalnya, PB PASI mendapat dukungan anggaran Kemenpora untuk Pelatnas hingga Desember 2024. Program ini merupakan kelanjutan dari PPON untuk persiapan SEA Games.
Menyikapi efisiensi anggaran, PB PASI memutuskan untuk melanjutkan Pelatnas secara mandiri sejak Januari 2025. Keputusan ini diambil untuk memastikan persiapan atlet tetap berjalan.
Ketidakpastian Masa Depan Pelatnas dan Persiapan SEA Games
Mustara mengaku belum mengetahui sampai kapan PB PASI mampu membiayai Pelatnas secara mandiri. Ada rencana review dari Kemenpora pada 19 Februari 2025.
Pelatnas ini dipersiapkan untuk SEA Games di Bangkok, Desember 2025. PB PASI telah mengajukan proposal dan usulan atlet untuk multievent tersebut.
Harapan untuk Masa Depan dan Antisipasi Dampak Efisiensi Anggaran
Mustara berharap efisiensi anggaran tidak terulang pada tahun 2026. Tahun 2025 sudah ada kejelasan mengenai pemotongan anggaran di berbagai sektor.
Ia menekankan pentingnya program penyelamatan atlet menuju SEA Games. Tahun 2025 adalah tahun SEA Games, tanpa Asian Games dan Olimpiade.
Mustara juga mengingatkan pentingnya pemulihan (recovery) pada tahun 2026. Efisiensi anggaran yang berkelanjutan dapat menghambat perkembangan atlet dan berpotensi kehilangan satu generasi atlet.
Secara keseluruhan, situasi Pelatnas atletik menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam konteks efisiensi anggaran. Namun, komitmen PB PASI untuk melanjutkan Pelatnas secara mandiri menunjukkan dedikasi dalam mempersiapkan atlet untuk SEA Games mendatang. Keberhasilan strategi ini akan menjadi tolak ukur penting dalam menghadapi kebijakan efisiensi pemerintah di masa depan.





