Aksi pencurian motor dengan modus baru menghebohkan publik. Seorang pria berhasil mencuri motor milik pengemudi ojek online (ojol) tepat di depan petugas kepolisian.
Modus Pencurian yang Licik
Kejadian ini terjadi di kawasan asrama polisi Jalan Ibrahim Adjie, Buah Batu, Bandung. Pelaku menggunakan modus berpura-pura mengenal petugas polisi.
Dengan berpura-pura akrab dengan polisi yang berjaga, pelaku berhasil membangun kepercayaan korban. Hal ini membuat korban lengah dan mudah ditipu.
Percakapan dengan Polisi Palsu
Pelaku terlihat berbincang dengan anggota polisi di pos penjagaan. Ini membuat korban merasa aman dan tidak curiga terhadap pelaku.
Setelah berbincang, pelaku meminjam kunci motor korban dengan alasan hendak membeli sesuatu. Korban pun tanpa curiga memberikan kunci motornya.
Aksi Pencurian yang Terekam CCTV
Aksi pencurian ini terekam kamera pengawas dan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan kronologi kejadian secara detail.
Video menunjukkan betapa liciknya pelaku dalam menjalankan aksinya. Kepercayaan korban dieksploitasi dengan sangat baik oleh pelaku.
Kronologi Pencurian Motor
Sebelum kejadian, pelaku awalnya memesan jasa ojek online secara langsung (offline). Ia kemudian mengajak korban berkeliling sebelum berhenti di pos asrama polisi.
Di pos polisi tersebut, pelaku berpura-pura mengenal petugas dan berbincang seolah-olah mereka saling kenal. Ini menjadi bagian penting dari rencananya untuk mencuri motor.
Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan korban, pelaku kemudian meminta kunci motor dengan alasan singkat. Korban, yang sudah merasa aman, dengan mudah memberikan kunci motornya.
Setelah mendapatkan kunci motor, pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban. Korban baru menyadari dirinya ditipu setelah pelaku menghilang.
Imbauan Kepolisian dan Kesimpulan
Kapolsek Buah Batu, Kompol Rizal Jatnika, memberikan imbauan agar masyarakat waspada terhadap modus penipuan baru ini. Modus ini khususnya menyasar para pengemudi ojek online.
Polisi saat ini masih kesulitan mengidentifikasi pelaku karena minimnya informasi. Korban dan pelaku tidak saling mengenal sebelumnya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenal, terutama ketika berhubungan dengan barang berharga seperti kendaraan bermotor. Kepercayaan yang mudah diberikan dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan yang licik.





