Kebiasaan Mengemudi Ini Bikin Mobil Matic Cepat Rusak!

Mobil matic memang praktis. Hanya butuh dua pedal, gas dan rem. Perpindahan gigi otomatis, tanpa repot menginjak kopling.

Namun, beberapa kebiasaan mengemudi justru dapat merusak transmisi matic. Ketahui kebiasaan tersebut dan cara menghindarinya untuk menjaga mobil tetap awet.

Bacaan Lainnya

Kebiasaan Mengemudi yang Merusak Transmisi Matic

Salah satu kebiasaan buruk adalah memindahkan tuas transmisi tanpa mengerem terlebih dahulu. Hal ini membuat perpindahan gigi terasa kasar dan dapat merusak komponen transmisi.

Memindahkan Tuas Transmisi Tanpa Direm

Pakar otomotif, Wahono, menjelaskan dampak buruknya. “Masuk gigi tanpa direm, itu jedug. Direm dulu, baru masuk gigi, baru lepas rem, lebih smooth,” ujarnya.

Posisi Tuas Transmisi Saat Menunggu Lampu Merah

Posisi tuas transmisi saat berhenti di lampu merah juga penting. Sebaiknya, letakkan tuas transmisi pada posisi ‘N’ atau netral.

Dengan demikian, komponen transmisi tidak terus menerus bekerja dan keawetannya terjaga. Selain itu, mencegah risiko mobil bergerak mendadak saat rem kurang optimal.

Posisi Tuas Transmisi di Kemacetan

Tidak hanya saat lampu merah, posisi ‘N’ juga direkomendasikan saat terjebak macet. Ini mengurangi beban pada transmisi.

Menjaga tuas transmisi di posisi ‘N’ memberikan ketenangan dan keamanan saat berkendara di kondisi jalan yang padat.

Perawatan Berkala untuk Transmisi Matic

Perawatan berkala sangat penting untuk menjaga kesehatan transmisi matic. Ganti oli mesin secara rutin, misalnya setiap 5.000 km atau 10.000 km.

Penggantian Oli Transmisi

Jangan lupakan penggantian oli transmisi sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan. Oli transmisi yang kotor dapat merusak komponen internal.

Hindari Akselerasi Mendadak

Akselerasi mendadak memberikan beban berlebih pada transmisi. Hal ini mempercepat keausan komponen dan dapat menyebabkan kerusakan.

Berkendara dengan halus dan terukur akan memperpanjang usia pakai transmisi matic.

Tips Tambahan untuk Merawat Transmisi Matic

Selain kebiasaan mengemudi dan perawatan berkala, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Hindari meneruskan mesin mobil dalam waktu lama pada posisi ‘P’ (parkir).

Pastikan juga mobil selalu dalam keadaan dingin sebelum dimatikan. Ini mencegah terjadinya kerusakan akibat panas berlebih pada komponen transmisi.

Dengan memperhatikan kebiasaan mengemudi, melakukan perawatan berkala, dan menerapkan tips tambahan ini, Anda dapat memperpanjang usia pakai transmisi matic mobil kesayangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *