Calya Lawan Arus! Polisi Paksa Mundur, Bikin Heboh!

Mudik Lebaran 2025 di Sumatera Selatan diwarnai kejadian unik. Sebuah Toyota Calya nekat melawan arus di tengah kemacetan parah di KM 65 Betung, Kabupaten Banyuasin, Jumat (28/3/2025).

Petugas Tegas Paksa Calya Mundur 2 Kilometer

Ipda Wijoko Triyono, Kanit Reskrim Polsek Rantau Bayur yang bertugas sebagai Perwira Pengendali pengamanan mudik, langsung bertindak. Ia memaksa pengemudi Toyota Calya bernomor polisi BG 1435 BT untuk mundur sejauh 2 kilometer.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut bertujuan mencegah kecelakaan dan mengedukasi pengendara agar tertib berlalu lintas. Ipda Wijoko menegaskan tindakannya spontan, didorong keprihatinan akan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Viral di Media Sosial

Aksi Ipda Wijoko terekam video oleh kernet sebuah truk Mitsubishi Fuso. Video tersebut kemudian viral di media sosial.

Meskipun viral, Ipda Wijoko menekankan bahwa tindakannya bukan untuk mencari popularitas. Ia bertugas memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik di jalur Jambi-Palembang.

Bahaya Melawan Arus Lalu Lintas

Melawan arus merupakan pelanggaran serius yang mengancam keselamatan. Tindakan ini dapat menyebabkan kecelakaan, kemacetan, dan membahayakan pengguna jalan lain.

Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 287 ayat (1) dan (2) mengatur sanksi atas pelanggaran rambu lalu lintas. Pengemudi terancam pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda Rp500.000.

Dampak Negatif Melawan Arus

Korlantas Polri menyatakan melawan arus meningkatkan risiko kecelakaan. Hal ini juga menyebabkan kemacetan dan membahayakan pejalan kaki serta pesepeda.

Selain sanksi hukum, melawan arus juga berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas sangat penting.

Imbauan Kepada Pemudik

Kepolisian menghimbau agar para pemudik tetap bersabar dan mematuhi peraturan lalu lintas. Prioritaskan keselamatan di jalan raya.

Meskipun keinginan untuk segera sampai tujuan sangat besar, keselamatan tetap harus diutamakan. Hindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Kejadian di Banyuasin ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, khususnya saat mudik Lebaran. Semoga pengalaman ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pengendara agar lebih tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *