Kemarahan Publik! Menaker Panggil Ojol Gegara THR Rp50 Ribu?

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memanggil perusahaan aplikasi ojek online (ojol) Gojek dan Grab. Pemanggilan ini terkait bonus hari raya (BHR) sebesar Rp 50.000 yang dikeluhkan para driver.

Menaker Panggil Gojek dan Grab Terkait Bonus Hari Raya

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berencana memanggil perwakilan Gojek dan Grab. Pertemuan ini bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait besaran BHR yang diterima para driver ojol.

Bacaan Lainnya

Meskipun rencana pertemuan telah disusun, Menaker belum bisa memastikan tanggal pastinya. Ia berharap pertemuan bisa terlaksana sebelum Lebaran.

Klarifikasi Besaran Bonus dan Kriteria Penerima

Surat edaran sebelumnya menyebutkan BHR diberikan kepada driver berkinerja baik dan produktif. Besarannya bervariasi, mulai dari Rp 900.000 hingga nominal lainnya.

Namun, Menaker ingin mendapat penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan mengkategorikan driver di luar kriteria tersebut. Ini termasuk besaran BHR yang mereka terima.

Protes Driver Ojol Atas Besaran Bonus yang Terlalu Sedikit

Banyak driver ojol dan asosiasinya memprotes besaran BHR yang dianggap tidak layak. Mereka berharap mendapatkan bonus yang lebih besar, mengingat kontribusi mereka terhadap perusahaan.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengatakan rata-rata driver hanya menerima Rp 50.000. Ia menilai hal ini tidak sesuai dengan pernyataan Presiden dan menyesatkan publik.

Ketua Umum SPAI, Lily Pujiati, menambahkan bahwa kriteria pemberian BHR juga tidak adil. Sistem prioritas orderan juga dinilai merugikan banyak driver.

Menaker Apresiasi Inisiatif, Namun Minta Pemahaman Publik

Meskipun belum maksimal, Menaker Ida Fauziyah mengapresiasi inisiatif pemberian BHR untuk driver ojol. Ini merupakan program pertama kalinya dan masih dalam tahap pengembangan.

Ia meminta publik untuk memahami keterbatasan persiapan dalam penyelenggaraan program ini. Semoga pertemuan dengan Gojek dan Grab dapat memberikan solusi yang lebih baik.

Pertemuan antara Menaker dan perwakilan Gojek dan Grab diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang adil bagi para driver ojol. Hal ini penting agar program BHR dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi mereka yang telah bekerja keras selama ini. Semoga ke depannya, mekanisme pemberian BHR dapat lebih transparan dan berkeadilan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *