Sebuah video viral di TikTok memperlihatkan insiden kurang menyenangkan terkait dugaan kesalahan data kendaraan bermotor yang hendak ditarik oleh debt collector. Insiden ini terjadi di area parkir Mall The Park Semarang, Jawa Tengah.
Pemilik mobil, yang membeli kendaraannya secara tunai dan memiliki BPKB, merasa sangat tertekan dan trauma atas kejadian tersebut. Ia bahkan mengaku putrinya turut mengalami trauma.
Debt Collector Salah Sasaran?
Debt collector, yang mewakili Mandiri Utama Finance (MUF), mencoba menarik mobil tersebut dengan alasan bermasalah dengan pihak leasing. Namun, pemilik mobil dengan tegas menyatakan bahwa ia membeli mobil secara tunai dan tidak pernah berurusan dengan leasing manapun.
Pihak debt collector meminta bukti BPKB. Meskipun pemilik mobil menunjukkan bukti kepemilikan, debt collector masih ragu. Mereka kemudian memeriksa nomor rangka dan nomor mesin mobil.
Setelah melakukan pengecekan, debt collector akhirnya mengakui kesalahannya. Mereka meminta maaf kepada pemilik mobil karena data yang mereka miliki tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Klarifikasi Mandiri Utama Finance
Mandiri Utama Finance (MUF) mengungkapkan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan mengaku menyayangkan insiden ini. Mereka menekankan komitmen untuk menjalankan operasional penagihan sesuai regulasi.
Tim Eksternal dan Prosedur Verifikasi
MUF menjelaskan bahwa tim yang terlibat adalah bagian dari tim penagihan eksternal yang telah tersertifikasi SPPI (Sertifikasi Profesi Penagihan Indonesia). Pemeriksaan kendaraan merupakan bagian dari prosedur verifikasi untuk mencegah penipuan dan menghindari debitur yang gagal bayar.
Proses Pemeriksaan dan Permintaan Maaf
MUF menegaskan bahwa tim eksternal telah menjalankan pemeriksaan dengan sopan dan sesuai prosedur. Mereka meminta izin kepada pemilik kendaraan sebelum melakukan pengecekan nomor rangka dan mesin. Setelah terbukti salah, permintaan maaf disampaikan langsung.
Evaluasi dan Peningkatan Kinerja
MUF saat ini tengah melakukan identifikasi masalah dan mengevaluasi kinerja perusahaan penagihan eksternal. Tujuannya untuk memastikan proses penagihan dan verifikasi kendaraan lebih profesional dan sesuai aturan.
Dampak dan Pelajaran dari Kejadian
Kejadian ini menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, menunjukkan pentingnya akurasi data dan profesionalisme dalam proses penagihan. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya perlindungan konsumen dan kehati-hatian dalam menangani informasi pribadi.
Meskipun MUF telah meminta maaf dan berkomitmen untuk melakukan evaluasi, kasus ini menjadi pengingat penting bagi lembaga keuangan untuk senantiasa memastikan akurasi data dan pelatihan yang memadai bagi tim penagihan eksternal. Hal ini guna mencegah kejadian serupa dan menjaga kepercayaan publik.





