Produsen otomotif asal China, BAIC, akan memulai perakitan mobilnya di Indonesia mulai April 2025.
Langkah ini menandai babak baru ekspansi BAIC di pasar otomotif Tanah Air.
BAIC Pilih Strategi Perakitan di Fasilitas Eksisting
Perakitan mobil BAIC tidak dilakukan di pabrik milik sendiri.
BAIC memanfaatkan fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang baru saja selesai dibangun.
Strategi Tahap Awal BAIC di Indonesia
CEO BAIC Indonesia, Dhani Yahya, menjelaskan strategi ini sebagai langkah awal.
Pembangunan pabrik mandiri BAIC akan dilakukan setelah penjualan mencapai angka tertentu, yaitu sekitar 8.000-10.000 unit per tahun.
Target tersebut diharapkan tercapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Peningkatan Kandungan Lokal dan Ekspansi Pasar
BAIC Indonesia menargetkan peningkatan kandungan lokal (local content) minimal 40% dalam setahun.
Hal ini memungkinkan mobil yang dirakit di Indonesia untuk diekspor ke negara-negara Asia, seperti Thailand dan Vietnam.
Potensi Ekspor BAIC dari Indonesia
Potensi pasar ekspor yang besar menjadi salah satu alasan BAIC untuk meningkatkan local content.
Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk mendorong industri otomotif nasional.
Persiapan *Roll Out* BAIC BJ40 Plus dan Rencana Mobil Listrik
BAIC BJ40 Plus akan menjadi model pertama yang dirakit secara lokal di Indonesia.
Acara *roll out* perdana dijadwalkan pada 28 April 2025.
Rencana Mobil Listrik BAIC di Indonesia
Saat ini, BAIC belum memiliki rencana untuk merakit mobil listrik di Indonesia.
Namun, perusahaan berencana untuk memasarkan kendaraan ramah lingkungan tersebut paling lambat pada kuartal pertama tahun 2026.
Kehadiran BAIC di Indonesia menandai semakin kompetitifnya pasar otomotif nasional. Strategi bertahap yang diusung BAIC, dengan fokus pada peningkatan local content dan ekspansi pasar, patut menjadi perhatian. Langkah ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi industri otomotif di Indonesia. Kehadiran mobil listrik BAIC di masa mendatang juga dinantikan sebagai kontribusi dalam upaya transisi energi berkelanjutan di Indonesia.





