Sedan Baru Suzuki: Irit BBM 24,6 Km/L, Harga Rp 120 Jutaan!

Suzuki Dzire Tour S, sedan murah nan irit, resmi meluncur di India. Mobil ini menawarkan efisiensi bahan bakar yang menjadi daya tarik utamanya.

Dzire Tour S merupakan model entry-level dari generasi terbaru Suzuki Dzire yang diluncurkan akhir tahun lalu. Meski demikian, performanya tetap mumpuni untuk kebutuhan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Spesifikasi Mesin dan Konsumsi BBM Suzuki Dzire Tour S

Mobil ini dibekali mesin 1.2L tiga silinder yang menghasilkan tenaga 80 dk dan torsi 102 Nm. Tenaga disalurkan ke roda melalui transmisi manual enam percepatan.

Kecepatan maksimalnya mencapai 80 km/jam. Yang lebih menarik, konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 24,6 km/liter.

Dengan kapasitas tangki 37 liter, secara teoritis Dzire Tour S mampu menempuh jarak hingga 911 km dalam sekali pengisian penuh. Angka ini tentu saja merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung kondisi jalan.

Desain Eksterior dan Dimensi

Suzuki Dzire Tour S tampil dengan desain headlamp yang tajam dan gril minimalis modern. Logo ‘S’ terpasang di tengah kap mesin, terhubung dengan desain lampu depan.

Dimensinya tergolong kompak, ideal untuk perkotaan: panjang 3.955 mm, lebar 1.735 mm, tinggi 1.525 mm, dan ground clearance 163 mm.

Fitur Keamanan dan Harga

Meskipun ditujukan untuk pasar taksi, Suzuki Dzire Tour S tetap mengutamakan keselamatan. Mobil ini mendapatkan rating bintang lima dalam uji tabrak.

Fitur standar keselamatannya cukup lengkap, termasuk enam airbag, ABS dengan EBD, hill-hold assist, ESP, traction control, sensor parkir belakang, rear defogger, dan pengingat sabuk pengaman.

Di India, harga Suzuki Dzire Tour S sangat terjangkau, hanya 6.79 lakh rupee atau sekitar Rp 120 jutaan. Harga ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mencari mobil sedan ekonomis.

Peluncuran Suzuki Dzire Tour S di India menunjukkan komitmen Suzuki dalam menyediakan pilihan kendaraan yang efisien dan terjangkau. Keberhasilannya di pasar India menarik untuk disimak, apakah model serupa akan dipertimbangkan untuk pasar lain termasuk Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *