Xiaomi resmi meluncurkan Xiaomi 15S Pro, penerus dari seri Xiaomi 15 Pro yang telah lebih dulu hadir di pasaran. Kehadirannya menandai tonggak penting bagi Xiaomi, karena ini adalah smartphone pertama mereka yang ditenagai oleh chipset buatan sendiri, XRing O1. Perangkat ini langsung menyasar segmen kelas atas, bersaing ketat dengan para kompetitor ternama. Namun, apakah peningkatan performa yang ditawarkan sebanding dengan harganya? Mari kita telusuri lebih dalam.
Smartphone ini hadir dengan sejumlah peningkatan, terutama di sektor dapur pacu. Namun, dari segi desain, kemiripannya dengan pendahulunya cukup kentara.
Desain Elegan, Layar Kualitas Premium
Secara kasat mata, Xiaomi 15S Pro tak jauh berbeda dengan Xiaomi 15 Pro. Keduanya sama-sama dibekali layar LTPO OLED 6,73 inci beresolusi 2K.
Layar tersebut juga menawarkan refresh rate 120Hz yang responsif dan tingkat kecerahan hingga 3.200 nits, memastikan tampilan yang tajam dan jernih bahkan di bawah sinar matahari langsung. Perlindungan Ceramic Glass 2.0 juga turut disematkan untuk melindungi layar dari goresan.
Perbedaan utama terletak pada pilihan warna dan tekstur bodi belakang. Xiaomi 15S Pro menawarkan varian Dragon Scale Fiber dan Far Sky Blue, sementara Xiaomi 15 Pro hadir dalam empat pilihan warna berbeda.
Performa Unggulan Berbasis Chipset XRing O1
Inilah jantung perubahan utama pada Xiaomi 15S Pro: penggunaan chipset XRing O1 buatan Xiaomi sendiri.
Berbeda dengan Xiaomi 15 Pro yang menggunakan Snapdragon 8 Gen 3 Elite, Xiaomi 15S Pro mengandalkan kemampuan internalnya. Hasil benchmark AnTuTu menunjukkan skor yang lebih tinggi dibandingkan Snapdragon 8 Gen 3 Elite. Namun, pengujian lebih lanjut dalam skenario penggunaan nyata dan efisiensi daya masih diperlukan untuk penilaian yang lebih komprehensif.
Baik Xiaomi 15 Pro maupun 15S Pro sama-sama menawarkan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal berbasis UFS 4.0 hingga 1TB.
Baterai berkapasitas 6.100 mAh juga menjadi kesamaan keduanya, didukung pengisian cepat 90W melalui kabel dan 50W secara nirkabel.
Perbandingan Kinerja XRing O1 vs Snapdragon 8 Gen 3 Elite
Meskipun skor AnTuTu menunjukkan keunggulan XRing O1, penggunaan di dunia nyata perlu dikaji lebih mendalam. Aspek seperti manajemen suhu, efisiensi daya, dan performa gaming perlu diuji secara menyeluruh untuk menentukan pemenang sesungguhnya.
Pengujian independen dari pihak ketiga sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai performa kedua chipset ini.
Harga dan Ketersediaan: Alternatif Menarik di Segmen Premium
Xiaomi 15 Pro dipasarkan dengan harga mulai dari Rp11,9 juta untuk varian 12GB+256GB, Rp13 juta untuk 16GB+512GB, dan Rp14,5 juta untuk varian tertinggi 16GB+1TB.
Sementara Xiaomi 15S Pro ditawarkan dengan harga sedikit lebih tinggi, yaitu Rp12,7 juta untuk varian 16GB+512GB dan Rp13,5 juta untuk varian 16GB+1TB.
Dengan harga yang relatif kompetitif dan prosesor anyar yang menjanjikan, Xiaomi 15S Pro menawarkan alternatif menarik bagi konsumen yang mencari smartphone flagship premium dengan performa tinggi.
Namun, pertimbangan matang tetap dibutuhkan, mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran masing-masing individu.
Secara keseluruhan, Xiaomi 15S Pro hadir sebagai peningkatan yang signifikan dari pendahulunya, terutama berkat chipset XRing O1. Meskipun harga sedikit lebih mahal, peningkatan performa yang dijanjikan, ditambah dengan desain elegan dan spesifikasi kelas atas lainnya, membuatnya menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan di pasar smartphone premium saat ini. Akan tetapi, tes pemakaian jangka panjang akan menjadi penentu sesungguhnya seberapa besar peningkatan yang ditawarkan perangkat ini dibandingkan dengan kompetitornya.





