Google PHK Lagi: Ratusan Karyawan Dipecat, 3 Divisi Terdampak

Google Alphabet kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Ratusan karyawan di unit platform dan perangkatnya terkena dampak PHK ini.

PHK di Divisi Platform dan Perangkat Google

PHK yang dilakukan Google Alphabet ini menyasar karyawan di divisi kunci. Divisi yang terdampak termasuk Android, ponsel Pixel, dan browser Chrome.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Google menjelaskan bahwa pengurangan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di tengah persaingan industri teknologi yang ketat.

Strategi Penghematan dan Fokus pada AI

Langkah Google ini sejalan dengan tren di kalangan perusahaan teknologi raksasa. Banyak perusahaan teknologi besar mengalihkan fokus dan investasi ke pengembangan AI dan pusat data.

Investasi di area lain cenderung dikurangi. Hal ini dilakukan sebagai upaya efisiensi dan optimalisasi sumber daya.

Tren PHK di Perusahaan Teknologi Raksasa

Google bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang melakukan PHK. Meta, induk perusahaan Facebook, juga melakukan PHK terhadap 5% karyawan berkinerja terendah pada Januari lalu.

Microsoft memangkas 650 pekerjaan di unit Xbox pada September 2024. Amazon juga melakukan PHK di beberapa unit, termasuk komunikasi. Apple juga mengurangi sekitar 100 posisi di grup layanan digitalnya tahun lalu.

Dampak PHK dan Rencana Ke Depan Google

Laporan Bloomberg pada Februari 2025 menyebutkan PHK juga terjadi di divisi cloud Google. Namun, Google menegaskan bahwa PHK ini hanya berdampak pada beberapa tim tertentu.

PHK ini terjadi setelah pengumuman Google Alphabet pada Januari 2023 untuk memangkas 12.000 pekerjaan, atau 6% dari total karyawan globalnya.

Serangkaian PHK di perusahaan teknologi raksasa ini menunjukkan pergeseran strategi dan prioritas. Perusahaan-perusahaan ini berfokus pada efisiensi, inovasi di bidang AI, dan adaptasi terhadap perubahan pasar yang dinamis.

Meskipun terdapat pemangkasan jumlah karyawan, perusahaan-perusahaan ini tetap berkomitmen pada inovasi dan pengembangan teknologi. Perubahan ini dapat dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *