Sindiran Pelatih Bahrain: Timnas Indonesia, 300 Juta Penduduk, Pemain Belanda?

Pelatih Timnas Bahrain Pertanyakan Dominasi Pemain Keturunan Belanda di Skuad Garuda

Pelatih timnas Bahrain, Dragan Talajic, melontarkan pertanyaan mengenai komposisi pemain Timnas Indonesia yang didominasi pemain berdarah Belanda. Pertanyaan ini muncul jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia vs Bahrain di Jakarta.

Bacaan Lainnya

Sindiran Talajic dan Komposisi Timnas Indonesia

Talajic mengungkapkan kebingungannya melihat banyaknya pemain baru Timnas Indonesia yang berasal dari Belanda dan Inggris. Ia mempertanyakan mengapa negara dengan populasi lebih dari 200 juta jiwa masih perlu mendatangkan pemain keturunan dari luar negeri. Meskipun demikian, ia menyatakan menghormati Timnas Indonesia.

Banyaknya pemain naturalisasi di Timnas Indonesia memang menjadi sorotan. Pada awal tahun 2025, jumlah pemain naturalisasi bahkan sudah melampaui pemain lokal.

Untuk laga melawan Bahrain, daftar 23 pemain Timnas Indonesia menunjukkan dominasi pemain keturunan, terutama dari Belanda. Posisi penjaga gawang saja diisi oleh Maarten Paes dan Emil Audero, dua pemain naturalisasi.

Posisi bek juga banyak diisi pemain berdarah Belanda, seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Sandy Walsh, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Jordi Amat. Begitu juga dengan lini tengah dan depan yang juga diisi oleh beberapa pemain naturalisasi.

Jumlah Penduduk Indonesia dan Hubungan dengan Belanda

Berdasarkan data BPS tahun 2024, jumlah penduduk Indonesia mencapai 281,6 juta jiwa. Data dari World Population Review mencatat angka yang sedikit lebih tinggi, yaitu 285,7 juta jiwa.

Indonesia menempati peringkat keempat negara terpadat di dunia. Hal ini menunjukkan potensi besar sumber daya manusia untuk sepak bola Indonesia.

Sejarah panjang hubungan Indonesia dan Belanda memberikan konteks terhadap komposisi Timnas saat ini. Masa penjajahan Belanda meninggalkan warisan budaya dan demografi yang kompleks.

Banyak warga Belanda menetap di Indonesia, dan sebaliknya. Hal ini menciptakan percampuran budaya dan keturunan yang sampai sekarang masih terasa.

Komunitas orang Indonesia di Belanda cukup besar, dan banyak pemain sepak bola keturunan Indonesia yang tumbuh dan berkembang di sana. Ini menjadi salah satu faktor penyebab banyaknya pemain naturalisasi asal Belanda di Timnas Indonesia.

Indonesia menganut asas Ius Sanguinis dalam kewarganegaraan. Artinya, kewarganegaraan didasarkan pada keturunan orang tua.

Selain Ius Sanguinis, naturalisasi juga menjadi jalur untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, dengan persyaratan tertentu, seperti usia minimal 18 tahun dan masa tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut.

Pertanyaan Talajic memunculkan diskusi menarik mengenai strategi pengembangan sepak bola Indonesia. Apakah lebih banyak mengandalkan pemain naturalisasi atau fokus pada pembinaan pemain lokal?

Terlepas dari kontroversi, fokus utama Timnas Indonesia saat ini adalah menghadapi pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Semoga Timnas Indonesia dapat meraih hasil terbaik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *