Palembang, ibu kota Sumatera Selatan, belakangan menjadi perbincangan hangat. Kota bersejarah ini memiliki daya tarik yang jauh lebih besar daripada kontroversi yang sedang terjadi. Kaya akan budaya, kuliner, dan sejarah, Palembang menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjungnya.
Kontroversi Rendang 200 Kg dan Dampaknya terhadap Citra Palembang
Konten kreator Willie Salim baru-baru ini menjadi sorotan setelah membuat konten memasak 200 kilogram rendang di Benteng Kuto Besak (BKB). Aksi tersebut berujung pada kericuhan saat warga berebut rendang yang belum matang hingga habis dalam waktu kurang dari semenit.
Kejadian ini memicu reaksi beragam di media sosial. Banyak yang mengkritik warga Palembang, sementara warga setempat merasa citra mereka dirusak dan melaporkan Willie ke kepolisian. Insiden ini menjadi kontras dengan keindahan dan kekayaan budaya Palembang.
Mengenal Lebih Dekat Palembang dan Benteng Kuto Besak
Palembang, berdasarkan Prasasti Kedudukan Bukit (682 M), merupakan kota tertua di Indonesia. Dahulu, kota ini menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim berpengaruh di Asia Tenggara.
Sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatera, membelah kota dan menjadi urat nadi kehidupan Palembang sejak zaman Sriwijaya. Sungai ini membagi kota menjadi dua bagian, Ilir dan Ulu.
Benteng Kuto Besak (BKB), landmark kota Palembang, merupakan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Dibangun pada 1772 dan diresmikan pada 1790, benteng ini berfungsi sebagai pertahanan kerajaan dan pusat pemerintahan.
BKB memiliki tinggi sekitar 9,9 meter, panjang 288,75 meter x 183,75 meter, dan tebal dinding 1,99 meter. Benteng ini dibangun menghadap ke arah tenggara dan Sungai Musi, terbuat dari batu bata dan batu kapur dari daerah pedalaman Sungai Ogan.
Selain BKB, terdapat beberapa landmark lain yang menjadi daya tarik wisata Palembang, seperti Jembatan Ampera, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I, dan Pulau Kemaro. Palembang juga dikenal dengan kulinernya yang khas, seperti pempek, tekwan, dan model.
Kota ini juga menawarkan berbagai destinasi wisata sejarah, wisata sungai, wisata kuliner, dan wisata belanja. Pengunjung dapat menjelajahi situs-situs bersejarah, menikmati keindahan Sungai Musi, mencicipi kuliner khas, serta berbelanja oleh-oleh di pasar tradisional.
Insiden rendang tersebut, meskipun menimbulkan kontroversi, tidak mengurangi pesona Palembang sebagai kota bersejarah dan kaya budaya. Kota ini tetap menawarkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan bagi para pengunjungnya. Ke depan, diharapkan pengelolaan destinasi wisata dapat lebih ditingkatkan untuk menghindari insiden serupa dan menjaga citra positif Palembang.





