Ketegangan hubungan India dan Pakistan yang meningkat tajam memaksa maskapai Batik Air untuk mengambil langkah sigap. Mereka terpaksa membatalkan sejumlah penerbangan internasional menuju Lahore, Pakistan, dan Amritsar, India.
Pembatalan ini berlaku untuk tanggal 7 dan 8 Mei 2025, merupakan respons langsung terhadap situasi terkini di kawasan tersebut.
Batik Air Batalkan Penerbangan Akibat Penutupan Wilayah Udara
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Penutupan wilayah udara Pakistan dan sejumlah bandara di kawasan yang menjadi tujuan penerbangan menjadi kendala utama.
Operasional penerbangan, karenanya, tidak dapat dilakukan pada periode tersebut. Keselamatan dan kenyamanan penumpang serta awak pesawat menjadi prioritas utama Batik Air dalam situasi ini.
Eskalasi Konflik India-Pakistan
Ketegangan antara India dan Pakistan memang telah mencapai puncaknya baru-baru ini. Insiden terbaru, yaitu serangan rudal India yang menghantam wilayah Pakistan dan menyebabkan 26 korban jiwa, memperparah situasi.
Batik Air terus memantau perkembangan situasi secara ketat. Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pihak terkait lainnya untuk memastikan pengambilan keputusan yang tepat dan terinformasi.
Jadwal Penerbangan Batik Air yang Dibatalkan
Berikut adalah detail penerbangan Batik Air dari dan menuju Lahore serta Amritsar yang terkena dampak pembatalan:
- Penerbangan Kuala Lumpur (KUL) – Lahore (LHE) OD-131: Jadwal keberangkatan pukul 05.35 waktu setempat.
- Penerbangan Lahore (LHE) – Kuala Lumpur (KUL) OD-132: Jadwal keberangkatan pukul 09.35 waktu setempat.
- Penerbangan Kuala Lumpur (KUL) – Amritsar (ATQ) OD-271: Jadwal keberangkatan pukul 06.40 waktu setempat.
- Penerbangan Amritsar (ATQ) – Kuala Lumpur (KUL) OD-272: Jadwal keberangkatan pukul 11.05 waktu setempat.
Batik Air akan terus memberikan informasi terbaru melalui kanal resmi mereka. Penumpang yang terdampak akan mendapatkan layanan pengaturan ulang perjalanan sesuai kebijakan yang berlaku.
Pihak maskapai berkomitmen untuk memberikan informasi yang transparan dan memperioritaskan keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam situasi yang tidak menentu ini.
Situasi geopolitik yang tidak stabil di kawasan Asia Selatan ini sekali lagi menyoroti betapa mudahnya konflik berskala internasional dapat berdampak pada sektor penerbangan sipil. Semoga ketegangan antara India dan Pakistan dapat segera mereda dan penerbangan internasional kembali normal.





