Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini kini beroperasi hingga pukul 22.00 WIB. Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ini telah diuji coba sejak 21 April 2025 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Respon positif ini terlihat dari jumlah pengunjung yang tinggi, bahkan mencapai hampir 600 orang pada malam minggu dan 500 orang pada malam Senin.
Perpustakaan Jakarta di TIM: Uji Coba Sukses
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Saefuloh Hidayat, menyatakan bahwa Perpustakaan Jakarta di TIM merupakan perpustakaan pertama dari delapan yang dikelola Dinas tersebut yang menerapkan kebijakan jam operasional baru ini.
Selanjutnya, kebijakan serupa akan diterapkan secara bertahap di perpustakaan umum lainnya di Jakarta Timur, Selatan, Barat, dan Utara.
Uji coba selama dua minggu menunjukkan kesiapan fasilitas perpustakaan untuk beroperasi hingga malam hari.
Meningkatnya Antusiasme Pengunjung
Saefuloh Hidayat mengungkapkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap perpanjangan jam operasional.
Pada malam minggu, hampir 600 pengunjung masih berada di perpustakaan hingga pukul 22.00 WIB, angka yang serupa juga terlihat pada malam Senin.
Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan akses perpustakaan yang lebih fleksibel.
Penyesuaian Layanan dan Fasilitas
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta melakukan penyesuaian untuk memastikan pelayanan terbaik bagi pengunjung.
Penyesuaian meliputi penambahan jumlah shift kerja petugas dan peningkatan keamanan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung yang datang hingga malam hari.
Kesiapan Fasilitas
Evaluasi selama uji coba menunjukkan kesiapan fasilitas Perpustakaan Jakarta di TIM untuk melayani pengunjung hingga malam hari.
Namun, penyesuaian teknis, terutama pengaturan shift kerja pegawai, masih terus dilakukan.
Keamanan juga menjadi prioritas, dengan penjagaan yang tetap siaga hingga pukul 22.00 WIB.
Kesimpulan
Program perpanjangan jam operasional perpustakaan di Jakarta mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Suksesnya uji coba di Perpustakaan Jakarta TIM menunjukkan potensi perluasan program ini ke perpustakaan lain di Jakarta. Keberhasilan ini menekankan pentingnya akses perpustakaan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah selanjutnya adalah memastikan keberlanjutan program ini dengan mempertahankan kualitas layanan dan keamanan di semua perpustakaan yang terlibat. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak warga Jakarta yang dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk mengembangkan minat baca dan pengetahuan mereka.





