Kawasan Candi Borobudur, salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas Indonesia, tengah mengalami transformasi besar. Tidak hanya penataan wajah dan manajemen kawasan, pemerintah juga fokus pada peningkatan infrastruktur, termasuk telekomunikasi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memimpin upaya ini, dengan melakukan evaluasi dan penataan ulang infrastruktur telekomunikasi di sekitar situs warisan dunia tersebut.
Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Sekitar Candi Borobudur
Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, menjelaskan bahwa penataan ini bertujuan menciptakan kawasan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung yang mumpuni, termasuk infrastruktur digital.
Kominfo berkolaborasi dengan operator seluler, operator menara telekomunikasi, dan operator jaringan fiber optik untuk mencapai tujuan tersebut.
Evaluasi dan penataan infrastruktur telekomunikasi difokuskan pada radius 5 kilometer dari Candi Borobudur. Di area ini, terdapat setidaknya 22 menara telekomunikasi yang akan ditata ulang.
Penataan ini mempertimbangkan layanan telekomunikasi yang ada dan menjaga keindahan kawasan warisan budaya tersebut.
Kriteria Ketinggian Menara Telekomunikasi
Menkominfo Johnny G. Plate menetapkan ketinggian ideal menara telekomunikasi di sekitar Candi Borobudur maksimal 283 meter di atas permukaan laut.
Ketinggian tersebut sama dengan teras Arupadhatu Candi Borobudur, sehingga diharapkan tidak mengganggu estetika dan keutuhan pemandangan candi.
Dengan pedoman ketinggian ini, ke-22 menara telekomunikasi yang telah diidentifikasi akan ditata ulang agar sesuai standar dan tidak merusak pemandangan.
Proses penataan ini memerlukan waktu dan biaya yang signifikan, namun Kominfo mengapresiasi komitmen para operator telekomunikasi untuk berpartisipasi dalam proyek ini.
Kerja Sama dan Harapan Ke Depan
Kominfo bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta UNESCO dalam proyek penataan infrastruktur telekomunikasi di Candi Borobudur.
Kerja sama antar kementerian dan lembaga internasional ini diharapkan menghasilkan solusi yang holistik dan berkelanjutan.
Selain penataan menara telekomunikasi, penataan infrastruktur fisik lainnya juga akan dilakukan secara terintegrasi untuk mendukung keindahan dan kenyamanan kawasan Candi Borobudur.
Menteri Johnny berharap, penataan ini dapat menjadi bagian dari kesatuan penataan ulang dan keindahan kawasan Candi Borobudur, sehingga meningkatkan daya tarik wisata dan mempermudah akses informasi bagi pengunjung.
Proyek ini merupakan langkah penting dalam menjaga kelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendukung perkembangan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan infrastruktur telekomunikasi yang terencana dan terintegrasi, diharapkan pengalaman berkunjung ke Candi Borobudur akan semakin menyenangkan dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.





