Gangguan pencernaan merupakan masalah kesehatan yang umum dialami berbagai kalangan. Gejalanya beragam, mulai dari diare, mual, muntah, hingga kram perut, seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan perilaku yang diadopsi selama pandemi Covid-19, seperti peningkatan kebersihan tangan, secara tidak langsung berkontribusi pada penurunan kasus gangguan pencernaan. Meski demikian, risiko tetap ada, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat sangat penting untuk mencegahnya.
Artikel ini akan membahas lima tips efektif mencegah gangguan pencernaan berdasarkan saran para ahli kesehatan, sekaligus mengungkap hubungan antara kebiasaan kebersihan dan kesehatan saluran cerna.
Kebersihan Tangan: Benteng Pertahanan Terdepan
Menjaga kebersihan tangan merupakan langkah paling efektif mencegah gangguan pencernaan. Virus dan bakteri penyebab infeksi gastrointestinal seringkali menempel pada makanan, air, atau permukaan yang terkontaminasi.
Richard Dawood, Direktur medis The Fleet Street Clinic, menekankan pentingnya mencuci tangan secara menyeluruh sebelum makan atau menyentuh wajah. Sentuhan tangan yang tidak bersih dapat menjadi jembatan penyebaran kuman penyebab penyakit.
Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah menyentuh permukaan publik.
Hand Sanitizer: Bukan Pengganti Cuci Tangan
Meskipun hand sanitizer efektif melawan beberapa jenis virus, termasuk virus penyebab Covid-19, penggunaannya tidak bisa menggantikan cuci tangan.
Deborah Lee dari Dr Fox Online Pharmacy menjelaskan, hand sanitizer berbasis alkohol kurang efektif melawan norovirus, salah satu penyebab utama diare. Oleh karena itu, cuci tangan dengan sabun tetap menjadi pilihan utama.
Gunakan hand sanitizer hanya ketika air dan sabun tidak tersedia. Pilih produk yang mengandung minimal 60% alkohol.
Kebersihan Tempat Tidur: Faktor yang Sering Terabaikan
Tempat tidur yang jarang dibersihkan menjadi sarang bakteri dan virus. Tungau debu, sel kulit mati, dan sisa-sisa lainnya menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit.
Lee menyarankan untuk mengganti seprai minimal seminggu sekali, atau lebih sering jika ada hewan peliharaan yang tidur di tempat tidur. Untuk penderita asma atau alergi, pergantian seprai setiap tiga hingga empat hari sangat disarankan.
Menjaga kebersihan tempat tidur tidak hanya mencegah gangguan pencernaan, tetapi juga meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan pernapasan.
Kebersihan Dapur: Cegah Kontaminasi Makanan
Dapur merupakan area yang rawan kontaminasi. Serangga, permukaan dapur yang kotor, dan hewan peliharaan yang berkeliaran dapat mencemari makanan.
Dokter Sarah Brewer, Direktur medis Healthspan, menyarankan untuk menghindari makanan yang tidak dimasak sempurna atau dipanaskan kembali. Makanan yang dihinggapi lalat juga harus dihindari.
Membersihkan permukaan dapur secara teratur dan mencegah hewan peliharaan masuk ke area dapur merupakan langkah penting mencegah kontaminasi makanan.
Hindari Makanan Berisiko: Daging Mentah dan Lainnya
Konsumsi daging mentah atau setengah matang meningkatkan risiko gastroenteritis. Bakteri seperti E.coli dan campylobacter sering ditemukan pada daging yang tidak dimasak sempurna.
Lee menyarankan mencuci tangan setelah menyentuh daging mentah dan menyimpannya terpisah dari makanan lain. Masak daging hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri berbahaya.
Selain daging, makanan lain yang berisiko termasuk sushi dan makanan laut mentah, keju lunak dan keju biru, telur mentah atau setengah matang, daging olahan, jus buah yang tidak dipasteurisasi, serta air dari sumber yang tidak terjamin kebersihannya.
Dengan menerapkan kelima tips di atas, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena gangguan pencernaan. Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Menjaga kebersihan dan memilih makanan yang aman merupakan kunci untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan Anda.





