Sate Bu Ngantuk, sebuah nama yang unik dan menggelitik rasa penasaran, kini menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Bandung. Terutama di kalangan mahasiswa, tempat ini dikenal sebagai surga sate murah meriah namun lezat.
Asal Usul Nama yang Unik
Nama “Sate Bu Ngantuk” ternyata bukan dari perencanaan awal. Kisah di baliknya cukup menarik.
Konon, nama tersebut diberikan oleh pelanggan yang sering melihat penjual sate, seorang ibu, tampak lelah dan mengantuk karena berjualan sendirian. Nama tersebut pun melekat hingga kini.
Keunikan Rasa dan Varian Sate
Yang membedakan Sate Bu Ngantuk adalah penggunaan koya sebagai bumbu utama. Biasanya koya ditemukan pada soto, namun di sini menjadi ciri khas sate mereka.
Rasa unik koya ini memberikan sensasi berbeda. Namun, bagi yang lebih menyukai rasa tradisional, tersedia juga sate dengan bumbu kacang dan kecap.
Sate Ayam, Sapi, dan Kambing
Berbagai pilihan daging tersedia, mulai dari ayam, sapi, hingga kambing. Semua varian ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau.
Harga yang seragam, yaitu Rp 10.000 untuk 10 tusuk sate, membuat tempat ini semakin ramah di kantong.
Lokasi dan Jam Operasional
Sate Bu Ngantuk kini memiliki dua cabang di Bandung. Anda dapat menemukannya di Jalan Ranca Bentang III dan Jalan Rereongan Sarupi, Kecamatan Cidadap, Ciumbuleuit.
Keunggulan lain dari tempat ini adalah jam operasionalnya yang 24 jam. Jadi, Anda bisa menikmati kelezatan sate kapan saja.
Bagi pencinta kuliner, terutama pecinta sate, Sate Bu Ngantuk layak untuk dicoba. Harga terjangkau, pilihan varian yang beragam, dan jam operasional 24 jam menjadi daya tarik tersendiri. Rasakan sendiri sensasi unik sate dengan taburan koya yang khas.





