Misteri Desa Tertua Malang: Sejarah, Situs Kuno & Penemuan Mengejutkan!

Desa Merjosari, Malang: Jejak Sejarah 800 Tahun

Desa Merjosari di Kota Malang menyimpan sejarah panjang yang memikat. Terletak di Kecamatan Lowokwaru, desa ini dulunya berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang hingga tahun 1987.

Bacaan Lainnya

Asal-usul Nama Merjosari: Jejak Sungai Amertajayasri

Nama Merjosari, menurut ahli purbakala Suwardono dan Rakai Hino, berkaitan erat dengan sungai yang mengalir di wilayah tersebut. Hal ini merujuk pada data dari Staatblad nomor 16 tahun 1819.

Berdasarkan penelusuran mereka, kata “Merjosari” dikaitkan dengan kata “amrtajayasri”. “Amerta” atau “merto” bermakna “air suci”, sedangkan “merto” juga berarti sungai. Nama sungai inilah yang kemudian menjadi asal nama desa ini.

Data dari Museum Mpu Purwa dan keterangan warga memperkuat temuan ini. Prasasti tahun 1216 Masehi menunjukkan usia Desa Merjosari mencapai 809 tahun pada tahun 2025.

Merjosari: Situs Suci dan Jejak Kerajaan

Merjosari memiliki sejarah yang kaya sebagai tempat suci. Bukti kuatnya ditemukan pada Prasasti Kertajaya atau Merjosari II dekat rumah seorang tokoh masyarakat.

Prasasti tersebut memuat huruf dan penanggalan Jawa Kuno yang unik. Ahli menafsirkan angka 1138 Saka pada prasasti setara dengan 3 Mei 1216 Masehi.

Hari tersebut merupakan hari khusus bagi masyarakat untuk bertapa. Wihara pertapaan yang tercatat dalam prasasti dibangun oleh Rakryan Manguri atas perintah Raja Kertajaya.

Tradisi Merjosari sebagai tempat suci tetap dilestarikan hingga sekarang. Hal ini terlihat dari kegiatan Bersih Desa dan doa bersama di Makam Eyang Djojoredjo, seorang prajurit Kerajaan Mataram Islam.

Situs Bersejarah di Merjosari: Kekayaan Arkeologi

Penelitian di Merjosari telah mengungkap banyak situs bersejarah. Museum Mpu Purwa mencatat 12 titik lokasi benda cagar budaya (BCB).

Penemuan di Dukuh Candri dan Sempol

Di Dukuh Candri dan Sempol, ditemukan sejumlah artefak. Di antaranya adalah 10 batu umpak, fragmen bata, arca, dan arca Vyala Singa.

Situs Yoni dan Makara

Beberapa situs penting lainnya meliputi beberapa tempat yoni dan batu makara. Artefak-artefak ini tersebar di berbagai lokasi di desa tersebut.

Penemuan Arca dan Situs Lain

Selain itu, ditemukan pula arca Buddha perunggu di Kampus UNIGA, Situs Pasidikan, dan Situs Urung-Urung (Goa Bawah Tanah). Lokasi-lokasi ini menambah kekayaan sejarah Merjosari.

Keberadaan situs-situs bersejarah ini menjadikan Desa Merjosari sebagai destinasi menarik bagi para pecinta sejarah dan budaya. Pelestarian situs-situs ini sangat penting untuk menjaga warisan budaya Indonesia.

Melalui upaya pelestarian dan penelitian yang berkelanjutan, kisah Desa Merjosari akan terus terungkap, memperkaya khazanah sejarah dan budaya bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *